HeadlineNews

Ali: Ini Soal Perut, Pekerja Informal Harus dapat Bansos Corona Tak Terkecuali

LIPUTANMADURA.com – Ketua Umum DPP APKLI yang juga Presiden Gumregah Nusantara, dokter Ali Mahsun Atmo meminta kepada pemerintah agar tida membeda-bedakan dalam memberikan bantuan atau keringanan kepada masyarakat terhadap dampak virus corona (covid-19).

“Saya minta kepastian pemerintah pusat dan daerah, para pekerja informal seperti pedagang, ojek, sopir, becak, tukang kuli bangunan, pekerja rumah tangga, industri rumahan, pengrajin, pemulung dan lainnya mendapatkan bansos Sembako Gratis, Bantuan Langsung Tunai (BLT), kartu PKH, subsidi listrik, serta insentif ekonomi untuk kebangkitan usaha dan pekerjaan mereka tanpa terkecuali. Jangan ada yang bermain api, ini soal perut rakyat. Yang berhak harus mendapatkan, dan sebaliknya. Ber-KTP manapun wajib diperlakukan sama,” tegasnya di Jakarta, Kamis, 9 April 2020.

Ditambahkan, pemerintah harus hadir di tengah rakyat. Kondisi ekonomi yang tak jelas dan merosot tajam serta kecemasan warganya yang semakin hari semakin mengkhawatirkan.

“Yang penting sekarang, rakyat didampingi. Jiwanya selamat. Dapat sembako gratis, BLT, Kartu PKH, subsidi listrik, dan insentif ekonomi dari pemerintah. Saya sudah keluarkan Surat Mandat (Khusus) Pendampingan PKL dan Pelaku EKonomi Rakyat Kecil hadapi wabah corona kepada Koordinator Nasional, Koordinator Propinsi dan Koordinator Kabupaten Kota se-Indonesia untuk segera turun gunung hingga akar rumput ekonomi rakyat guna memastikan mereka dapatkan hak sebagai warga negara RI yang dijamin Pembukaan UUD 1945,” tutur dokter spesialis Ahli Kekebalan Tubuh Alumni FK Unibraw Malang dan FK UI Jakarta ini.

Menurut Ali, pemerintah jangan menganggap biasa-biasa saja akan pandemi wabah corona yang menewaskan ratusan warganya, dan ribuan masih berstatus pasien.

“Ini kalau pemerintah tidak serius jalankan status PSBB kemudian hanya menakut-nakuti rakyat dimana-mana ditangkepin dengan dalih penegakan kedisiplinan tanpa adanya suatu kucuran yang konkret kepada rakyat, maka saya hanya khawatir terjadi satu persoalan sosial yang ujungnya susah untuk dikendalikan,” jelasnya

“Sekali lagi saya ingatkan, ini soal perut rakyat, tidak bisa diganggu gugat, jangan dibuat main-main, jangan dipolitisir. Perut rakyat itu 1 minggu dia nggak kerja, tidak berjualan tabungannya sudah kosong. Dan ketika semua lapar yang meluas dan masif maka bisa terjadi persoalan sosial yang tidak terkendali,” tandasnya.

Selain itu, lanjutnya, pembiayaan Bank maupun leasing harus mampu memberikan ketenangan dan kepastian bagi nasabahnya, karena kondisi ekonomi yang terpuruk, roda ekonomi tidak jalan sehingga pemasukan dan pendapatan nyaris tidak ada.

“Saya juga minta pihak Bank dan Perusahaan Leasing untuk tidak bermain-main. Harus segera laksanakan kebijakan pemerintah hadapi wabah corona. Segara lakukan retrukturisasi dan relaksaasi kredit atau pinjaman rakyat untuk satu tahun ke depan. Rakyat makin susah makin sulit isi perut keluarga jangan dipersulit lagi. Apalaggi ditekan-tekan oleh ‘debt collectors’,” tambah Ali. (Septian)

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close