HeadlineNews

BREAKING NEWS: 65 Karyawan Sampoerna Positif Corona

SURABAYA – Sebanyak 65 karyawan Pabrik PT Sampoerna turut Rungkut, Surabaya dinyatakan positif terpapar virus corona (covid-19). Hal itu diutarakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Paranwasa, Minggu (3/5/2020).

65 karyawan positif corona tersebyt akumulasi dari sebelumnya yang dinyatakan positif 34 orang dan 29 orang serta 2 orang meninggal. Dengan begitu, klaster baru Sampoerna menambah deretan kasus virus mematikan tersebut.

“Jadi kami informasikan untuk klaster Sampoerna sudah terkonfrimasi ke kami sejak tanggal 28 April 2020 dan koordinasinya sudah sangat intensif. Kemarin kita sudah melakukan swab dari 46 orang ada 34 diantaranya terkonfrimasi positif, lalu juga kita lakukan swab lagi di tahap kedua didapat hasil dari 42 orang yang diswab ada 29 orang terkonfirmasi positif,” tuturn Khofifah

Seperti diberitakan sebelumnya, Pabrik rokok terkenal, PT HM Sampoerna menutup pabriknya yang berlokasi di wilayah Rungkut 2, Surabaya.

Penutupan pabrik tersebut lantaran dua karyawannya dikabarkan meninggal yang diduga karena terpapar virus corona (covid-19).

Direktur PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita dalam rilisnya mengatakan, penutupan pabrik tersebut sebuah upaya untuk melakukan pencegahan dan memutus mata rantai virus mematikan tersebut. Pihaknya kini melakukan pembersihan dan sterilisasi di dalam maupun luar pabrik tersebut.

“Kami memutuskan untuk melakukan penghentian sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2 sejak tanggal 27 April 2020 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian,” ujarnya Kami (30/4/2020)

Kasus tersebut merupakan klaster baru, yakni klaster sampoerna. Pihaknya, lanjut Elvira, menyerahkan data karyawannya kepada satgas covid-19 Surabaya, Jawa Timur.

Selain itu, pihaknya juga mengintsruksikan kepada seluruh karyawannya untuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penyebaran sekaligus memutus mata rantai virus tersebut. Bahkan, katanya, produknya juga dilakukan karantaina agar produk rokok sampoerna benar-benar steril dari virus tersebut.

“Untuk itu, kami melakukan karantina produk selama lima hari sebelum akhirnya didistribusikan ke konsumen dewasa, atau dua hari lebih lama dari batas atas stabilitas lingkungan COVID-19,” tuturnya. (Gibran)

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close