EditorialHeadlineNews

Corona, PHK dan Kemiskinan

CORONA meluluhlantahkan seluruh sendi perekonomian. Kondisi ekonomi dalam kuartal ke II minus 5 persen lebih, sangat miris.

Sejak Januari lalu merebak kasus corona, pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) terus bertambah. Bahkan, data terbaru sudah menembus angka 2 juta lebih pekerja yang terkena PHK.

Kondisi ini sangat memprihatinkan, karena data jumlah kemiskinan terus melambung tinggi. Dampak negatifnya juga kriminalitas semakin meningkat.

Tingkat kemiskinan di Indonesia saat ini juga meningkat. Catatan Badan Pusat Statistik pada persentasi masyarakat miskin di Indonesia naik dari 9,41 persen pada Maret 2019. Menjadi 9,78 persen pada Maret 2020.

Sementara upaya pemerintah untuk menstimulus, seperti bantuan langsung tunai, bantuan sosial tunai , jaring sosial dan lainnya, belum mampu menunjukkan perubahan yang positif.

Problematika ini memang harus dipecahkan dan dicarikan solusi oleh seluruh komponen anak bangsa.Berdikari dalam ketahanan pangan juga menjadi solusi.

Pemerintah harus lebih ekstraordinary dalam menangani dan menanggulangi pandemi virus corona (covid-19) ini. Jika tidak, maka pada kuartal ketiga masih perkembangan ekonomi minus, maka negeri kita berada dalam jurang resesi.

Kita punya pengalaman yang cukup miris, saat badai krisis moneter 1998, negeri ini sangat lama untuk bangkit dalam keterpurukan.

Apalagi pandemi corona ini yang notabene menghantam seluruh sendi perekonomian, mulai dari yang kecil hingga besar.

Pelajaran krismon lalu sangat berharga. Negeri ini belum terbiasa bangkit secara cepat dalam menghadapi badai ekonomi. Semoga pandemi ini segera berakhir dan pemerintah lebih serius menangani pandemi ini. Semoga..(redaksi)

 

 

 

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button