HeadlineNews

Dilema, Kawasan Arek Lancor kembali Dipadati PKL dan Pengunjung

PAMEKASAN – Kawasan Arek Lancor Pamekasan merupakan tempat santai dan berwisata bagi anak-anak dan keluarga. Setiap siang hingga malam, biasanya tempat ini ramai dikunjungi masyarakat.

Namun, sejak wabah virus corona (covid-19), kawasan tersebut oleh Pemkab Pamekasan disterilkan alias tidak diperkenankan untuk berjualan maupun bersantai ria, karena dikhawatirkan akan menularkan virus corona.

Memasuki bulan suci ramadhan, kawasan Arek Lancor tersebut kembali ramai dipadati penjual kaki lima, para penyewa mainan mobil-mobilan, pancingan, dan mainan lainnya.

Dari pantauan media ini, hampir sepekan kawasan tersebut kembali dipadati. Padahal, bahaya virus corona terus mengintai.

“Mau bagaimana lagi mas, kalau ga kerja makan apa. Biarlah pasrah sama Allah,” ujar salah seorang PKL di kawasan tersebut .

Namun, ada juga salah seorang masyarakat juga prihatin atas kondisi tersebut.

“Dilematis sih memang. Bayangkan, kalau tidak bekerja mereka makan apa. Tapi bekerja, rawan akan virus corona. Kita harapkan ada solusi dari Pemkab Pamekasan sehingga masyarakat bisa hidup dan terhindar dari virus corona itu,” ujar Fatahillah warga Pamekasan.

Seperti diketahui, grafik perkembangan kasus terpapar virus corona (covid-19) terus bertambah di Kabupaten Pamekasan.

Dari data yang dirilis laman infocovid19.jatim.prov, Rabu (29/4/2020) sekitar pukul 14.43 WIB, kasus positif corona di Pamekasan bertambah menjadi 10 orang, kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 6 orang, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 31 orang.

Sementara itu, orang tanpa gejala sebanyak 237 orang, dan orang dalam resiko mencapai 1.924 orang. (Septian)

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close