HeadlineNews

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dinilai Sulit hingga 3 Tahun Kedepan

LIPUTANMADURA.com – Pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih akan stagnan bahkan semakin sulit hingga tiga tahun ke depan.

Demikian diungkapkan EKonomi Indef Bima Yudhistira saat Diskusi Publik Bravos Radio Indonesia, Senin (29/6/2020)

Pandemi corona (covid-19) sebenarnya bukan menjadi alasan akan terus terpuruknya perekonomian di dalam negeri. Namun karena banyak oknum-oknum, korporat dan juga pejabat pemerintah selalu bilang bahwa krisis ini terjadi karena pandemi.

“Kenapa tujuannya itu, karena watak dari disaster capitalism atau kapitalis bencana. Itu juga muncul pada waktu krisis tahun 98 dengan kasus BLBI. Waktu krisis tahun 2008 muncul dengan skandal Bank Century. Tahun 2020 karyanya makin banyak lagi. Jadi korporasi makin banyak yang antri untuk minta stimulus yang menurut saya ngga logic,” ungkapnya.

Ditambahkan Bima, pemerintah harus peduli dan segera memberikan stimulus kepada masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) agar bisa mendongkrak daya beli dan pertumbuhan ekonomi merangkak.

“Bagaimana caranya ide-ide besar harus hadir mulai dari dibalik, bahwa stimulus 80 persen bukan untuk korporat, namun langsung masuk kepada mereka yang menjadi korban PHK, kepada UMKM untuk modal kerja dan lain-lain,” kata Bima.

Menurutnya, para menteri, khususnya tim ekonomi Jokowi yang cenderung berpihak ke para pemodal (kapitalis), maka ini sangat mengkhawatirkan.

“Namun karena kabinetnya atau tim ekonominya tunduk pada disaster kapitalism, sehingga apa yang diminta oleh para corporate-corporate yang rakus ini kemudian semuanya dituruti,” tutur Bhima. (Mifathul)

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button