EditorialHeadlineNews

Tak Terapkan PSBB, Bupati Pamekasan Dinilai tak Peka terhadap Corona

PAMEKASAN – Wabah pandemi virus corona (covid-19) menjadi momok menakutkan bagi kehidupan dunia ini, tak terkecuali di wilayah manapun.

Semua berjibaku untuk memutus mata rantai penyebaran virus yang tak tampak oleh mata ini.

Kebijakan pemerintah pusat juga sudah dilakukan dengan mengeluarkan sejumlah regulasi, mulai dari Perppu, PP, Kepres dan regulasi kemenkes lainnya. Salah satunya adalah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sejumlah daerah bahkan sudah terlebih dahulu melakukan langkah antisipastif dan preventif (pencegahan), sepetti Tegal dan wilayah lainnya.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, pihaknya belum akan melakukan penerapan PSBB. Pihaknya masih akan melakukan pengawasan dari hilir.

Kondisi tersebut mendapat kritikan keras dari beberapa pengamat dan masyarakat di kota tersebut.

Fatur, pengamat dan akademisi mengatakan, peran pemerintah adalah melakukan pengendalian, perlindungan dan menjami warganya senantiasa sehat dan dijauhkan dari berbagai ancaman, baik secara kasat mata atau tidak. Baik secara fisik maupuns ecara ekonomi.

“Saya pikir sangat keliru, apa yang disampaikan Bupati Pamekasan itu. Karantina wilayah atau PSBB, itu harusnya segera dilakukan sebagai upaya pencegahan dan menyisir atau tracing penyebaran atas kasus corona tersebut,” jelasnya, Selasa (8 April 2020).

Ditambahkan, banyak di dunia yang telat melakukan langkah-langkah pencegahan sehingga berujung fatal. Yakni menyembahkan angka kematian yang berjumlah ribuan nyawa melayang.

Harusnya, lanjut Fatur, semua wilayah di Indonesia melakukan PSBB sebagai upaya untuk memastikan daerahnya steril dari penyebaran virus tersebut.

Sementara dari data yang dihimpun dan dirilis oleh Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Pamekasan, Selasa (7 April 2020), total kasus corona menembus angka 7.611 kasus.

Yakni, kasus Orang Dalam Resiko (ODR) sebanyak 7.420 orang. Sedangkan Orang Dalam Pengawasan (ODP) mengalami penurunan, yang sehari sebelumnya sebanyak 190 orang kini menjadi 187 orang.

Selain itu, pasien dalam pengawasan (PDP) masih tetap sama yakni sebanyak 2 orang.

Begitu pula pasien positif corona (sedang dirawat) masih tetap sama satu orang, dan satu orang meninggal dunia yang dinyatakan positif corona.

“Belum terlambat Pak Bupati, segera lakukan langkah-langkah konkret. Ini menyangkut nyawa warga, dan jangan sampai fatal,” tegasnya.

Terpisah, Firoh salah seorang warga Pamekasan mengaku resah dan khawatir akan wabah virus corona ini.

“Takut dan khawatir, apalagi banyak juga orang yang belum sadar, misal tidak pake masker. Sering kumpul-kumpul, kan kita jadi parno gitu,” katanya. (Septian)

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close