HeadlineNews

Tenggelam di Kali Peneleh Surabaya, Satu Meninggal Satunya masih Dicari

Kapolsek Bubutan AKP Bambang Prakoso membenarkan kabar tentang dua bocah yang sedang mencari ikan hanyut dan tenggelam di sungai (kali) Peneleh,  Surabaya, Jawa Timur.

Dia menceritakan, kecelakaan ini terjadi saat kedua korban berinisial N dan I bersama tiga temannya, Y, FB dan YA, yang berusia 13 tahun, warga Jalan Maspati V, Bubutan Surabaya, sedang bermain mencari ikan di tepi sungai di Jalan Peneleh, Surabaya, sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu, 17 Juni 2020.

“Mereka berlima main di sungai itu ceritanya cari ikan. Saat menyusuri mungkin ada hasrat untuk ke tengah. Sampai di bawah jembatan, mungkin ada pijakan batu yang bisa diinjak, mereka coba agak ke tengah. Pada saat ke tengah itu dua anak terpeleset, terbawa arus dan tenggelam,” ujar dia.

Kemudian, lanjutnya, tim SAR gabungan di Surabaya tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Kemudian sekitar pukul 16.30 WIB, bocah berinisial I ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di antara dasar dan permukaan sungai.

“Kata tim SAR, arus permukaan dan bawah arahnya beda, jadi jenazah korban berputar antara dasar dan permukaan. Jenazah korban ditemukan sekitar 5 sampai 10 meter dari lokasi awal,” ujar dia seperti dilansir liputan6.com.

Jenazah bocah inisial I sudah dievakuasi ke RSUD dr Soetomo dan keluarganya sedang mengurus untuk dibawa pulang. Hingga pukul 20.00 WIB, tim SAR gabungan masih belum menemukan satu korban lagi berinisial N.

Dari data yang dihimpun, berdasarkan cerita teman korban yang selamat berinisial Y mengatakan, saat itu ia ikut empat temannya bermain di sungai. Mereka hendak mencari ikan. Namun, Y saat itu memilih bermain game menunggu di pleng sungai.

Sementara temannya YA turun tetapi tidak ikut berenang. Sedangkan dua korban dan FB memilih berenang ke sungai dan bermain di kolong jembatan. “Mereka cari ikan di bawah jembatan,” ujar dia.

Setelah bermain itu tiba-tiba dua korban jatuh ke sungai dan terseret arus. Sementara FB yang tahu kedua temannya terseret air mencoba menolong tetapi tidak bisa dan berhasil kembali ke pinggir. Kemudian bersama dua saksi lain memberitahukan kejadian tersebut ke orangtua korban.

YA teman korban nampak syok. Ia terus menangis di lokasi karena teringat temannya yang tenggelam. Ia tidak bisa menolong karena arus sungai deras.

“Saya lihat korban sempat naik dan muncul ke permukaan, terlihat tangannya kemudian tenggelam,” katanya sambil menangis. 

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button