HeadlineNews

Waspada, Pamekasan Masuk Zona Merah Corona

PAMEKASAN – Waspada jangan panik dan tetap tenang untuk menghadapi corona (covid-19). Kalimat tersebut selalu jadi pegangan bagi masyarakat Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Pamekasan.

Pasalnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Pamekasan menjadi salah satu daerah yang masuk zona merah. Hal ini lantaran terjadi penambahan kasus baru positif corona. Selain itu, dari data Pemerintah Provinsi Jawa Timur terjadi lonjakan drastis atas kasus positif corona.

“Pamekasan juga nambah satu ya positif. Kenaikannya di Jatim memang signifikan, yaitu 119 pasien, terutama di Surabaya yang naiknya dua kali lipat, dari 97 orang ke 180 orang,” ujar Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Minggu (12/4/2020) malam.

Dengan begitu, status daerah terjangkit atau “zona merah”, totalnya 32 kabupaten/kota atau hanya menyisakan enam daerah yang di wilayah setempat tak ada kasus positif di Jawa Timur

Sebelumnya, Kabupaten Pamekasan dikabarkan akan menggelontorkan dana sekitar Rp 62 miliar untuk menangani virus corona tersebut. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk penanganan dan pencegahan corona.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, angka Rp 62 miliar tersebut berdasarkan kajian dan perencanaan yang rencananya akan digunakan selama tujuh bulan ke depan atau hingga Oktober 2020 mendatang.

“Mengenai anggaran Rp 62 miliar kita berharap tidak terserap secara maksimal. Jika serapan anggaran khusus itu minim, dapat diartikan warga Pamekasan dalam kondisi sehat. Jika seperti itu maka itu artinya virus Covid 19 sudah tidak ada lagi dibumi Gerbang Salam,” katanya.

Baddrut menambahkan, anggaran puluhan miliar tersebut juga akan diperuntukkan beragam kegiaran, pembuatan ruang isolasi khusus dan lainnya.

Selain itu, lanjutnya, mengimbau agar masyarakat hidup bersih dan menjaga kesehatan.

“Garda terdepan melawan pandemic yang menyerang ratusan negara itu adalah warga sendiri. Dengan demikian, edukasi akan kita lebih dioptimalkan. Puskesmas dan Rumah Sakit bukan yang paling garda terdepan, garda terdepan adalah diri kita sendiri,’’ tandasnya.

Dia juga mengimbau agar masyarakat selalu menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah.

“Saya ingin mengajak masyarakat mari kita biasakan gunakan masker ini dalam rangka jaga kesehatan dan lindungi diri dan orang lain dari kemungkinan penyebaran Covid 19,” jelasnya (Septian)

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button