Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2026.
Pedoman ini mengatur penggunaan kecerdasan buatan atau AI dalam proses editorial Liputan Madura. Tujuannya menjaga akurasi, transparansi, dan tanggung jawab kepada pembaca.
AI sebagai Alat Bantu
AI dapat digunakan untuk membantu transkripsi, penerjemahan, penyusunan kerangka, atau penyuntingan bahasa. Keputusan editorial dan tanggung jawab penerbitan tetap berada pada redaksi.
Verifikasi oleh Manusia
Nama, tanggal, angka, kutipan, dan rujukan dari hasil AI harus diperiksa terhadap sumber yang dapat ditelusuri. Hasil AI tidak diperlakukan sebagai sumber fakta tunggal. Materi tidak diterbitkan tanpa penelaahan manusia.
Transparansi kepada Pembaca
Konten yang dibuat dengan bantuan AI diberi keterangan mengenai perannya. Ilustrasi buatan AI diberi label yang jelas dan tidak disajikan sebagai foto dokumentasi peristiwa nyata.
Larangan Fabrikasi
AI tidak boleh dipakai untuk mengarang wawancara, identitas narasumber, kutipan, dokumen, atau kejadian yang kemudian disajikan sebagai fakta. Peniruan suara atau wajah seseorang tidak boleh menyesatkan pembaca atau melanggar hak yang bersangkutan.
Perlindungan Data dan Hak Cipta
Identitas narasumber rahasia, data pribadi sensitif, dan dokumen yang belum layak dipublikasikan tidak dimasukkan ke layanan AI tanpa dasar serta perlindungan yang sesuai. Penggunaan materi pihak lain tetap menghormati hak cipta.
Bias, Kesalahan, dan Pengaduan
Redaksi menelaah potensi bias dan diskriminasi. Kesalahan pada konten berbantuan AI mengikuti mekanisme koreksi dan hak jawab yang sama dengan karya editorial lainnya. Laporan dapat dikirim ke liputanmaduraredaksi@gmail.com dengan menyertakan tautan artikel dan penjelasan.
Acuan
Pedoman ini merujuk pada Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik Dewan Pers. Kebijakan ditinjau mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan editorial.
