Hasil FOMC Januari 2026: Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin (BTC) Kembali Koreksi

- Penulis

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (Jakarta) – Harga Bitcoin (BTC) hari ini (29/1) kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) merilis pernyataan Federal Open Market Committee(FOMC) Januari 2026 yang memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%. Keputusan tersebut sejalan dengan ekspektasi pelaku pasar, namun tetap memicu respons negatif pada aset berisiko, termasuk kripto.” 29 Januari 2026

Berdasarkan data pasar global, Bitcoin sempat naik di atas level US$90.000 sehari sebelumnya pada Rabu (28/1), didorong oleh pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang tidak khawatir terhadap penurunan dolar AS. Pada saat yang sama, arus dana institusional juga turut menunjukkan sikap lebih berhati-hati, yang tercermin dari arus keluar pada produk spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat (AS) senilai US$147.37 juta.

VP INDODAX, Antony Kusuma, menilai pergerakan ini mencerminkan reaksi pasar terhadap kebijakan moneter yang sebelumnya telah diantisipasi. “Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga sebenarnya sudah tercermin dalam ekspektasi pasar. Namun, kebijakan tersebut dinilai belum memberikan dorongan baru bagi pasar,” ujar Antony.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Antony juga menekankan bahwa volatilitas jangka pendek pasca pengumuman kebijakan moneter merupakan pola yang kerap terjadi di pasar kripto global. “Peristiwa seperti FOMC sering menjadi momen evaluasi bagi investor. Pergerakan harga yang terjadi mencerminkan proses penyesuaian pasar terhadap informasi yang sudah dikonfirmasi secara resmi,” lanjutnya.

Di sisi lain, sentimen positif datang dari sisi adopsi pemerintah dan institusional. Negara bagian AS, South Dakota, resmi mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) pembentukan cadangan Bitcoin (Bitcoin Reserve) yang berasal dari pendapatan pemerintah negara bagian. Melalui aturan ini, South Dakota berpotensi mengalokasikan hingga 10% dari total dana kelolaan negara ke Bitcoin sebagai bagian dari strategi cadangan aset.

Antony menilai langkah tersebut mencerminkan penguatan fundamental Bitcoin di luar pergerakan harga jangka pendek. “Di tengah koreksi jangka pendek saat ini, ada juga perkembangan positif yang patut dicermati para investor. Adopsi Bitcoin di level pemerintah dan institusional yang menunjukkan bahwa fundamental Bitcoin terus berkembang, terlepas dari dinamika harga harian,” ujar Antony.

Menurut Antony, volatilitas yang terjadi di pasar kripto saat ini tidak terlepas dari tekanan geopolitik dan kebijakan moneter global, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap lebih selektif dalam mengambil keputusan. Ia juga menyarankan agar pelaku pasar tetap berhati-hati dan mencermati perkembangan faktor makroekonomi yang memengaruhi pergerakan pasar dalam jangka pendek.

Antony menambahkan, di tengah dinamika makroekonomi global yang cepat berubah, investor perlu aktif mengikuti perkembangan informasi dan memahami konteks risiko sebelum mengambil keputusan. “Investor perlu menjaga disiplin dan terus memperbarui wawasan. Contohnya dengan memanfaatkan pendekatan bertahap, seperti Dollar Cost Averaging (DCA) atau membeli secara berkala guna menekan risiko fluktuasi harga yang tajam. Untuk membantu strategi investasi di tengah volatilitas saat ini, pelaku pasar juga dapat memanfaatkan sumber edukasi dan berita seperti INDODAX Academy yang menyediakan pembahasan rutin terkait berita dan dinamika pasar terkini,” tutup Antony.

Penulis : Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INDODAX Cermati Tren Kripto dan Web3 Global di TOKEN2049 Singapore 2026
Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri
Catatan Rapat The Fed Soroti Inflasi AS, INDODAX Ajak Investor Cermati Dinamika Pasar Kripto
INDODAX dan Ayobantu Hadirkan Posko Darurat untuk Masyarakat di NTT
INDODAX Raih Trusted & Popular Brand 2026 Berkat Kepercayaan Konsumen Kripto Indonesia
INDODAX Soroti Penguatan Ekosistem Kripto Nasional di FEKDI x IFSE 2026
Bitcoin Tercatat Sentuh US$87.000, INDODAX Sebut Sentimen Pasar Kripto Kian Optimistis
The Fed Naikkan Suku Bunga, INDODAX Soroti Respons Bitcoin di Tengah Kebijakan Ketat
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:09 WIB

INDODAX Cermati Tren Kripto dan Web3 Global di TOKEN2049 Singapore 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Catatan Rapat The Fed Soroti Inflasi AS, INDODAX Ajak Investor Cermati Dinamika Pasar Kripto

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:08 WIB

INDODAX dan Ayobantu Hadirkan Posko Darurat untuk Masyarakat di NTT

Selasa, 29 September 2026 - 13:45 WIB

INDODAX Raih Trusted & Popular Brand 2026 Berkat Kepercayaan Konsumen Kripto Indonesia

Berita Terbaru