Bitcoin Terkoreksi ke US$66.000, INDODAX Sebut Fase Konsolidasi Bitcoin Sebagai Siklus Wajar

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 01:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (Jakarta) – Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir menyusul rilis notulensi rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan para pejabat bank sentral AS. Berdasarkan data pasar pada Kamis (19/2), Bitcoin terkoreksi sebesar -1,25% ke kisaran US$66.450 (setara Rp1,11 miliar). Menurunnya harapan akan adanya pelonggaran suku bunga global dalam waktu dekat ini secara langsung mendorong indeks sentimen pasar kripto anjlok ke level “Extreme Fear”. Jum’at 20 Februari 2026

Notulensi FOMC terbaru menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan hampir sepakat untuk mempertahankan suku bunga di level saat ini. Namun, pasar merespons negatif adanya perbedaan pandangan terkait langkah The Fed selanjutnya. Sejumlah pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap persisten, sementara yang lain bersedia memangkasnya jika tekanan harga mereda.

Sikap higher for longer yang masih membayangi ini memberikan tekanan pada likuiditas global, tercermin dari penguatan Indeks Dolar AS (DXY) ke level 97,7 berdampak langsung pada terkoreksinya instrumen aset berisiko. Hal ini memicu aksi jual yang membuat total kapitalisasi pasar kripto ikut menyusut. Berdasarkan data FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar kini bersikap pesimistis, dengan probabilitas kurang dari 50% untuk pemangkasan suku bunga minimal 25 basis poin sebelum pertemuan bulan Juni mendatang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi dinamika global ini, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, mengungkapkan bahwa fondasi Bitcoin saat ini masih berada dalam kondisi yang sangat terjaga di tengah fase konsolidasi.

“Koreksi harga yang terjadi pasca rilis FOMC ini adalah reaksi pasar yang sangat wajar dan bersifat sementara. Investor global saat ini hanya sedang melakukan penyesuaian terhadap timeline pemangkasan suku bunga The Fed. Meskipun Bitcoin saat ini berada di bawah US$67.000, pergerakan ini masih berada dalam rentang konsolidasi yang sehat. Area US$64.000 menjadi titik support yang kuat, dan secara historis, fase konsolidasi seperti ini justru sering menjadi fondasi yang baik sebelum pasar kembali menguat,” ujar Antony.

Lebih lanjut, Antony menyoroti kaitan kondisi global ini dengan kebijakan moneter dalam negeri. Keputusan Bank Indonesia (BI) terkait BI Rate yang saat ini berada di 4,75%, – 5,5% dinilai akan menentukan arah likuiditas investor domestik.

“Langkah Bank Indonesia ke depan dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah tentu memberikan kepastian bagi perekonomian domestik. Di tengah dinamika suku bunga dan isu geopolitik global yang masih dinamis, investor kripto tidak perlu panik. Justru, kondisi makroekonomi seperti ini kembali mengingatkan kita pada fungsi utama Bitcoin sebagai aset lindung nilai (hedge) jangka panjang yang tangguh. Kami melihat ini sebagai momentum yang baik bagi investor untuk merencanakan portofolio mereka secara lebih matang,” tambah Antony.

Sebagai platform crypto exchange terbesar di Indonesia, INDODAX terus mengedukasi member untuk tetap rasional di tengah kondisi volatilitas pasar dan mengimbau investor untuk selalu melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) dan menjaga manajemen risiko yang ketat. Di saat pasar penuh tekanan makro seperti sekarang, strategi investasi bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) tetap menjadi opsi paling bijak untuk memitigasi volatilitas.

Penulis : Red-Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INDODAX Cermati Tren Kripto dan Web3 Global di TOKEN2049 Singapore 2026
Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri
Catatan Rapat The Fed Soroti Inflasi AS, INDODAX Ajak Investor Cermati Dinamika Pasar Kripto
INDODAX dan Ayobantu Hadirkan Posko Darurat untuk Masyarakat di NTT
INDODAX Raih Trusted & Popular Brand 2026 Berkat Kepercayaan Konsumen Kripto Indonesia
INDODAX Soroti Penguatan Ekosistem Kripto Nasional di FEKDI x IFSE 2026
Bitcoin Tercatat Sentuh US$87.000, INDODAX Sebut Sentimen Pasar Kripto Kian Optimistis
The Fed Naikkan Suku Bunga, INDODAX Soroti Respons Bitcoin di Tengah Kebijakan Ketat
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:09 WIB

INDODAX Cermati Tren Kripto dan Web3 Global di TOKEN2049 Singapore 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Catatan Rapat The Fed Soroti Inflasi AS, INDODAX Ajak Investor Cermati Dinamika Pasar Kripto

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:08 WIB

INDODAX dan Ayobantu Hadirkan Posko Darurat untuk Masyarakat di NTT

Selasa, 29 September 2026 - 13:45 WIB

INDODAX Raih Trusted & Popular Brand 2026 Berkat Kepercayaan Konsumen Kripto Indonesia

Berita Terbaru