Bitcoin Menguat Mendekati US$79.500, INDODAX: Momentum Positif diTengah Dinamika Geopolitik

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 05:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (Jakarta) – Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat mendekati level US$79.500

pada Rabu (22/4), setelah sebelumnya sempat terkoreksi ke sekitar US$74.000 di awal pekan (20/4).

Penguatan ini didorong oleh arus masuk dana institusional yang tetap solid, tercermin

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

dari akumulasi dana pada produk spot Bitcoin ETF sekitar US$250,22 juta sepanjang pekan dengan total akumulasi sebesar US$57,95 miliar.” Kamis 23 April 2026

Tren ini mengindikasikan bahwa permintaan serta kepercayaan terhadap aset kripto masih terjaga di tengah dinamika pasar global.

Menariknya, kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Iran menolak melanjutkan negosiasi dengan AS, meskipun sebelumnya terdapat upaya perpanjangan. gencatan senjata dari pihak AS.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan Bitcoin tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen risiko global, tetapi juga oleh kekuatan permintaan, khususnya dari

investor institusional dalam jangka panjang.

Menanggapi kondisi tersebut, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai bahwa

penguatan Bitcoin saat ini mencerminkan perubahan struktur pasar yang semakin didorong oleh partisipasi investor institusional.

“Pergerakan Bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek, tetapi juga oleh permintaan yang semakin konsisten dari investor institusional, yang terlihat dari arus masuk melalui produk spot ETF. Di tengah ketidakpastian global, kondisi ini justru dimanfaatkan oleh. sebagian investor sebagai momentum akumulasi. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menopang harga, meskipun volatilitas jangka pendek tetap perlu diantisipasi,” ujar Antony.

Selain faktor permintaan institusional, dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat juga turut memengaruhi pergerakan pasar. Penegasan independensi bank sentral mencerminkan komitmen The Fed dalam menjaga stabilitas ekonomi, namun di sisi lain, ketidakpastian arah suku bunga di

tengah kondisi inflasi yang belum sepenuhnya stabil membuat pelaku pasar cenderung bersikap

hati-hati terhadap aset berisiko, termasuk kripto, dalam jangka pendek.

Namun, semakin. terbukanya pandangan terhadap aset digital sebagai bagian dari sistem keuangan modern turut

memberikan sentimen positif bagi prospek jangka panjang industri kripto.

Selain itu, pergerakan harga juga dipengaruhi oleh aktivitas di pasar derivatif. Dalam beberapa. waktu terakhir, banyak posisi jual (short) yang terpaksa ditutup ketika harga mulai naik, sehingga memicu terjadinya short squeeze. Hal inimeningkatkan permintaan dalam waktu singkat dan

mempercepat penguatan harga dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, kombinasi antara dinamika geopolitik, faktor makroekonomi, partisipasi institusional, serta kondisi teknikal di pasar derivatif mengindikasikan bahwa struktur pasar kripto saat ini semakin kompleks.

Namun demikian, volatilitas tetap menjadi karakter utama, sehingga investor perlu tetap mengedepankan manajemen risiko serta melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

“Bagi kami di INDODAX melihat kondisi ini sebagai bagian dari dinamika pasar yang perlu disikapi secara bijak. Sehingga, kami mengimbau agar setiap keputusan investasi tetap didasarkan pada pemahaman yang matang serta pengelolaan risiko yang terukur,” tutup Antony.

Sebagai platform perdagangan aset kripto di Indonesia, INDODAX berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang aman dan terpercaya, serta mendorong literasi masyarakat melalui INDODAX Academy. INDODAX juga telah terdaftar dan diawasi oleh OJK sebagai bagian dari

upaya memberikan rasa aman bagi pengguna dalam bertransaksi di ekosistem aset digital.

Penulis : Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri
Catatan Rapat The Fed Soroti Inflasi AS, INDODAX Ajak Investor Cermati Dinamika Pasar Kripto
INDODAX dan Ayobantu Hadirkan Posko Darurat untuk Masyarakat di NTT
INDODAX Raih Trusted & Popular Brand 2026 Berkat Kepercayaan Konsumen Kripto Indonesia
INDODAX Soroti Penguatan Ekosistem Kripto Nasional di FEKDI x IFSE 2026
Bitcoin Tercatat Sentuh US$87.000, INDODAX Sebut Sentimen Pasar Kripto Kian Optimistis
The Fed Naikkan Suku Bunga, INDODAX Soroti Respons Bitcoin di Tengah Kebijakan Ketat
Arus Dana ETF Bitcoin Tembus US$3,8 Miliar, INDODAX Nilai Pasar Tetap Perlu Cermati Faktor Makro
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Catatan Rapat The Fed Soroti Inflasi AS, INDODAX Ajak Investor Cermati Dinamika Pasar Kripto

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:08 WIB

INDODAX dan Ayobantu Hadirkan Posko Darurat untuk Masyarakat di NTT

Jumat, 25 September 2026 - 12:24 WIB

INDODAX Soroti Penguatan Ekosistem Kripto Nasional di FEKDI x IFSE 2026

Selasa, 22 September 2026 - 11:19 WIB

Bitcoin Tercatat Sentuh US$87.000, INDODAX Sebut Sentimen Pasar Kripto Kian Optimistis

Berita Terbaru

Jakarta

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri

Jumat, 9 Okt 2026 - 13:06 WIB