INDODAX Rayakan Bitcoin Pizza Day 2026 sebagai Ruang Selebrasi dan Diskusi Bersama Komunitas Kripto

- Penulis

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (JAKARTA) – Bitcoin Pizza Day yang dulu dikenal sebagai simbol eksperimen unik di awal kemunculan Bitcoin kini mulai dimaknai berbeda oleh industri kripto. Jika satu dekade lalu aset digital identik dengan budaya spekulasi dan tren internet, hari ini kripto mulai dipandang sebagai bagian dari perkembangan teknologi finansial yang semakin dekat dengan kehidupan digital masyarakat.” Selasa 26 Mei 2026

Momentum ini merujuk pada transaksi pembelian dua loyang pizza menggunakan 10.000 Bitcoin oleh programmer Laszlo Hanyecz pada 22 Mei 2010. Transaksi senilai sekitar US$41 tersebut menjadi kali pertama Bitcoin digunakan dalam aktivitas ekonomi nyata dan dianggap sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah perkembangan aset digital. Sejak saat itu, tanggal 22 Mei diperingati setiap tahun sebagai Bitcoin Pizza Day.

Bitcoin sendiri pertama kali diperkenalkan pada Januari 2009 sebagai sistem keuangan digital yang terdesentralisasi dan hadir di tengah krisis finansial global. Seiring waktu, perkembangan teknologi blockchain dan meningkatnya adopsi aset digital membuat industri kripto berkembang jauh melampaui fungsi awalnya sebagai eksperimen teknologi internet.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui tema “Voice of The Chain”, INDODAX menghadirkan perayaan Bitcoin Pizza Day 2026 tidak hanya sebagai ruang diskusi mengenai perkembangan industri kripto dari waktu ke waktu, tetapi juga sebagai momentum selebrasi yang mempererat kebersamaan komunitas sekaligus memperkuat keyakinan terhadap aset kripto, khususnya Bitcoin.

CEO INDODAX, William Sutanto, mengatakan bahwa perubahan tersebut terlihat dari cara masyarakat berinteraksi dengan industri kripto saat ini. Menurutnya, pengguna aset digital kini mulai lebih rasional dalam memahami risiko, strategi investasi, serta fundamental teknologi blockchain dibanding hanya sekadar mengikuti tren pasar.

“Dulu banyak orang masuk ke kripto karena fear of missing out atau sekadar ikut tren. Sekarang pendekatannya mulai berubah. Investor makin sadar pentingnya riset dan strategi yang lebih disiplin dalam menghadapi market,” ujar William.

Menurut William, perubahan perilaku tersebut menjadi salah satu tanda bahwa industri kripto perlahan bergerak menuju fase yang lebih matang. Jika sebelumnya pasar lebih banyak didorong oleh euforia jangka pendek, kini semakin banyak pengguna yang mulai mempelajari market structure, memahami siklus Bitcoin, hingga menerapkan pendekatan investasi yang lebih terukur di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.

Sejalan dengan tema “Voice of The Chain”, diskusi mengenai fundamental teknologi blockchain, siklus market, hingga perubahan perilaku investor kini semakin banyak menjadi perhatian komunitas dan pengguna baru yang mulai mempelajari aset digital secara lebih kritis.

“Hari ini komunitas kripto juga berkembang jauh lebih kritis dan terbuka terhadap diskusi. Bukan hanya soal harga, tetapi juga soal bagaimana teknologi blockchain berkembang dan bagaimana industri ini bisa terus relevan dalam jangka panjang,” lanjut William.

Di luar pergerakan harga aset, perkembangan teknologi blockchain juga mulai mendorong berbagai bentuk pemanfaatan baru di sektor digital, mulai dari tokenisasi aset, pengembangan infrastruktur teknologi, hingga berbagai inovasi berbasis blockchain di ekosistem digital.

William menambahkan bahwa komunitas tetap menjadi salah satu fondasi utama dalam perkembangan industri sejak awal kemunculan Bitcoin. Berbeda dengan industri finansial tradisional yang banyak tumbuh secara institusional, perkembangan aset digital justru banyak dibangun melalui komunitas yang aktif menciptakan diskusi, edukasi, dan distribusi informasi secara organik.

“Pada akhirnya, industri yang mampu bertahan bukan hanya yang ramai secara tren, tetapi yang bisa membangun kepercayaan, edukasi, dan ekosistem kripto yang berkelanjutan. Di situlah komunitas memiliki peran yang sangat penting, karena dari komunitas inilah tumbuh keyakinan bersama terhadap perkembangan aset kripto,” tutup William.

Melalui perayaan Bitcoin Pizza Day 2026, INDODAX menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan industri aset digital yang lebih sehat melalui edukasi, pengembangan dan kedekatan dengan komunitas, serta peningkatan literasi mengenai teknologi blockchain dan aset kripto di Indonesia.

Penulis : Red-Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bitcoin Kembali Menguat, INDODAX Soroti Sentimen Global dan Pertumbuhan Pasar Kripto Domestik
Polri Terbitkan SE Larangan Penggunaan Vape bagi Personel
INDODAX Selesaikan Pemeriksaan Keamanan dan Mulai Pulihkan Layanan
INDODAX Ingatkan Pentingnya Verifikasi Kontak Resmi di Tengah Meningkatnya Risiko Keuangan Digital
INDODAX Cermati Tren Kripto dan Web3 Global di TOKEN2049 Singapore 2026
Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri
Catatan Rapat The Fed Soroti Inflasi AS, INDODAX Ajak Investor Cermati Dinamika Pasar Kripto
INDODAX dan Ayobantu Hadirkan Posko Darurat untuk Masyarakat di NTT
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:13 WIB

Bitcoin Kembali Menguat, INDODAX Soroti Sentimen Global dan Pertumbuhan Pasar Kripto Domestik

Senin, 2 November 2026 - 12:43 WIB

Polri Terbitkan SE Larangan Penggunaan Vape bagi Personel

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:08 WIB

INDODAX Selesaikan Pemeriksaan Keamanan dan Mulai Pulihkan Layanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:21 WIB

INDODAX Ingatkan Pentingnya Verifikasi Kontak Resmi di Tengah Meningkatnya Risiko Keuangan Digital

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:09 WIB

INDODAX Cermati Tren Kripto dan Web3 Global di TOKEN2049 Singapore 2026

Berita Terbaru