Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, INDODAX Lihat RWA Jadi Salah Satu Motor Pertumbuhan Baru Industri Kripto

- Penulis

Selasa, 14 Juli 2026 - 04:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (JAKARTA) – Perkembangan Real World Assets (RWA) atau tokenisasi semakin mendapat perhatian dalam industri aset kripto global seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi blockchain oleh institusi keuangan. Tren ini diproyeksikan akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekosistem aset digital dalam beberapa tahun ke depan. Laporan Citi Institute berjudul Tokenization 2030 bahkan memperkirakan nilai aset dunia yang ditokenisasi dapat mencapai US$5,5 triliun pada 2030 dengan valuasi pasar saat ini sekitar US$17 miliar.” Selasa 14 Juli 2026

Chief Marketing INDODAX, Aloysia Dian, mengatakan bahwa perkembangan tokenisasi aset merupakan salah satu inovasi yang paling menarik dalam industri blockchain karena mampu menjembatani aset keuangan tradisional dengan teknologi digital sehingga lebih mudah diakses.

“Tokenisasi aset membuka peluang baru bagi masyarakat untuk memperoleh eksposur terhadap berbagai aset global melalui infrastruktur blockchain. Inovasi ini bukan sekadar menghadirkan jenis aset baru, tetapi juga mencerminkan bagaimana teknologi blockchain mulai digunakan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas di sektor keuangan,” ujar Aloysia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, tokenisasi memungkinkan berbagai aset, seperti saham, obligasi, komoditas, hingga aset alternatif, direpresentasikan dalam bentuk token digital sehingga dapat diperdagangkan secara lebih efisien dengan dukungan teknologi blockchain.

Saat ini, INDODAX menyediakan lebih dari 20 aset bertema Real World Assets (RWA), termasuk tujuh tokenized stocks yang merepresentasikan pergerakan harga saham perusahaan global seperti Apple, Amazon, Alphabet (Google), NVIDIA, Tesla, Circle, dan Coinbase. Kehadiran produk-produk tersebut memperluas pilihan diversifikasi di market crypto serta membuka akses bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap sektor ekonomi global.

Seiring meningkatnya perhatian global terhadap tokenisasi aset, tren tersebut juga mulai tercermin di INDODAX. Aloysia mengatakan bahwa selain dengan beragamnya pilihan aset nyata yang ditokenisasi, kategori ini juga menunjukkan pertumbuhan aktivitas perdagangan dan jumlah investor sepanjang tahun. Sehingga, hal tersebut mencerminkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi digital berbasis aset dunia nyata.

Ia menambahkan bahwa perkembangan tersebut menunjukkan bahwa blockchain kini tidak lagi hanya identik dengan aset kripto, tetapi mulai menjadi infrastruktur yang mendukung digitalisasi berbagai instrumen keuangan.

“Kami melihat tokenisasi aset sebagai salah satu bentuk evolusi industri blockchain. Semakin luas pemanfaatan teknologi ini, semakin besar pula peluang untuk menghadirkan sistem keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan transparan. Yang terpenting, seluruh inovasi tersebut tetap perlu didukung oleh regulasi yang jelas, tata kelola yang baik, serta edukasi yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” jelasnya.

Momentum berkembangnya tokenisasi aset juga sejalan dengan arah pengembangan ekosistem aset digital di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) 2026–2031, turut menempatkan pengembangan tokenisasi aset, regulasi stablecoin, transaksi Over-The-Counter (OTC), hingga penguatan keamanan siber, sebagai sejumlah inisiatif strategis untuk mendorong inovasi dan memperkuat ekosistem keuangan digital nasional.

Sebagai licensed crypto exchange Indonesia. INDODAX menyambut positif hal tersebut dan berkomitmen akan terus menghadirkan inovasi yang sejalan dengan perkembangan industri global, sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat untuk selalu Do Your Own Research (DYOR) agar memahami karakteristik setiap instrumen investasi sebelum bertransaksi.

Penulis : Red-Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

The Fed Kembali Tahan Suku Bunga, INDODAX Sebut Kepastian Kebijakan Dorong Sentimen Pasar
Bitcoin Sentuh US$65.500, INDODAX Soroti Membaiknya Sentimen Pasar Kripto
Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Sidoarjo Sambangi DPP Hanura, Perkuat Konsolidasi Organisasi
Bitcoin Spot ETF Kembali Catat Inflow, INDODAX Imbau Investor Tetap Cermati Faktor Makro
Inflasi AS Melandai, INDODAX Nilai Momentum Positif bagi Bitcoin dan Ethereum Jelang ETH Genesis Day
INDODAX Dukung Sertifikasi Influencer Kripto Jadi Langkah Positif untuk Bangun Ekosistem yang Lebih Sehat
INDODAX Nilai UU No. 4 Tahun 2026 Perlu Jadi Momentum Memperkuat Kedaulatan Ekosistem Kripto Indonesia
Serangan Siber Kripto Global Makin Kompleks, INDODAX Soroti Peran AI dalam Keamanan Blockchain
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:24 WIB

The Fed Kembali Tahan Suku Bunga, INDODAX Sebut Kepastian Kebijakan Dorong Sentimen Pasar

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:05 WIB

Bitcoin Sentuh US$65.500, INDODAX Soroti Membaiknya Sentimen Pasar Kripto

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:02 WIB

Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Sidoarjo Sambangi DPP Hanura, Perkuat Konsolidasi Organisasi

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:14 WIB

Bitcoin Spot ETF Kembali Catat Inflow, INDODAX Imbau Investor Tetap Cermati Faktor Makro

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:42 WIB

Inflasi AS Melandai, INDODAX Nilai Momentum Positif bagi Bitcoin dan Ethereum Jelang ETH Genesis Day

Berita Terbaru