Bitcoin Koreksi ke Bawah US$90.000, INDODAX: Tensi Geopolitik Global Picu Aksi Jual

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (Jakarta) – Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah dan turun ke bawah level psikologis US$90.000 pada perdagangan Rabu (21/1), seiring meningkatnya tensi geopolitik dan aksi jual di pasar aset berisiko. Pelemahan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang tarif Amerika Serikat (AS) terhadap Eropa, yang dikaitkan dengan tekanan Washington kepada Denmark agar mempertimbangkan kembali kendalinya atas Greenland, serta gejolak di pasar obligasi Jepang yang memicu sentimen risk-off secara luas.” Rabu 21 Januari 2026

Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin sempat menyentuh kisaran US$87.000 sebelum bergerak fluktuatif. Tekanan tidak hanya terjadi di pasar kripto, tetapi juga meluas ke pasar saham global. Indeks utama Wall Street, termasuk S&P 500 dan Nasdaq, ditutup melemah lebih dari dua persen, sementara imbal hasil obligasi pemerintah bergejolak dan harga emas melonjak sebagai aset lindung nilai.

Menanggapi kondisi ini, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai pergerakan ini mencerminkan keterkaitan kripto yang semakin erat dengan dinamika makroekonomi dan geopolitik global. “Dalam situasi seperti ini, Bitcoin tidak berdiri sendiri. Ketika pasar global masuk ke fase risk-off akibat ketegangan geopolitik, kebijakan perdagangan, dan tekanan di pasar obligasi, aset berisiko cenderung mengalami koreksi secara bersamaan akibat aksi jual.” ujar Antony.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Antony, kepanikan jangka pendek kerap muncul ketika investor global berusaha menyeimbangkan ulang portofolio investasi mereka di tengah ketidakpastian. Hal ini terlihat dari meningkatnya volatilitas, lonjakan volume perdagangan, serta tekanan di pasar derivatif kripto. “Yang perlu dicermati adalah bahwa pergerakan ini lebih didorong oleh faktor eksternal, bukan perubahan fundamental di ekosistem Bitcoin dan kripto. Dinamika suku bunga, likuiditas global, dan arah kebijakan geopolitik saat ini menjadi variabel utama yang memengaruhi harga.” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa sejarah pasar kripto menunjukkan fase koreksi tajam sering kali beriringan dengan guncangan makro, terutama ketika Bitcoin semakin diperlakukan sebagai bagian dari aset global oleh investor institusional. “Partisipasi institusi membuat Bitcoin lebih responsif terhadap isu global. Ini adalah konsekuensi dari maturasi pasar, di mana kripto semakin terintegrasi dengan sistem keuangan global,” kata Antony.

Meski demikian, Antony menekankan bahwa volatilitas tetap menjadi karakter inheren pasar kripto. Investor, menurutnya, perlu memahami konteks pergerakan harga secara menyeluruh dan tidak semata melihat fluktuasi jangka pendek. “Periode seperti ini menegaskan pentingnya perspektif jangka panjang dan pemahaman risiko. Pasar kripto akan terus bergerak mengikuti arus global, dan ketahanan investor diuji justru saat ketidakpastian meningkat,” tutup Antony.

Antony menekankan bahwa volatilitas tinggi seringkali memicu perilaku fear of missing out (FOMO) di kalangan investor. Dalam situasi seperti ini, ia menilai penting bagi pelaku pasar untuk tetap disiplin melakukan do your own research (DYOR), memahami risiko, serta tidak mengambil keputusan investasi berdasarkan tekanan emosi jangka pendek di tengah ketidakpastian global.

Penulis : Red-Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bitcoin Sentuh US$65.500, INDODAX Soroti Membaiknya Sentimen Pasar Kripto
Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Sidoarjo Sambangi DPP Hanura, Perkuat Konsolidasi Organisasi
Bitcoin Spot ETF Kembali Catat Inflow, INDODAX Imbau Investor Tetap Cermati Faktor Makro
Inflasi AS Melandai, INDODAX Nilai Momentum Positif bagi Bitcoin dan Ethereum Jelang ETH Genesis Day
Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, INDODAX Lihat RWA Jadi Salah Satu Motor Pertumbuhan Baru Industri Kripto
INDODAX Dukung Sertifikasi Influencer Kripto Jadi Langkah Positif untuk Bangun Ekosistem yang Lebih Sehat
INDODAX Nilai UU No. 4 Tahun 2026 Perlu Jadi Momentum Memperkuat Kedaulatan Ekosistem Kripto Indonesia
Serangan Siber Kripto Global Makin Kompleks, INDODAX Soroti Peran AI dalam Keamanan Blockchain
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:05 WIB

Bitcoin Sentuh US$65.500, INDODAX Soroti Membaiknya Sentimen Pasar Kripto

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:02 WIB

Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Sidoarjo Sambangi DPP Hanura, Perkuat Konsolidasi Organisasi

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:14 WIB

Bitcoin Spot ETF Kembali Catat Inflow, INDODAX Imbau Investor Tetap Cermati Faktor Makro

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:42 WIB

Inflasi AS Melandai, INDODAX Nilai Momentum Positif bagi Bitcoin dan Ethereum Jelang ETH Genesis Day

Selasa, 14 Juli 2026 - 04:36 WIB

Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, INDODAX Lihat RWA Jadi Salah Satu Motor Pertumbuhan Baru Industri Kripto

Berita Terbaru