Dr. KH. Muhamad Ainul Abiet Shah., LC.M.A. Pengasuh Pondok Pesantren Darus Salam Torjun Sampang, Pecah Rekor Orang Madura Pertama Meraih Gelar Doktor di Universitas Al-Azhar Kairo

- Penulis

Rabu, 28 Januari 2026 - 02:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (Sampang) Jawa Timur – Hari ini, Senin 26 Januari 2026, Auditorium Imam Akbar Syaikh Abdul Halim Mahmoud di Fak. Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo menyaksikan pecahnya rekor seorang warga negara Indonesia asli Madura pertama yang ditahbiskan menjadi doktor pertama dari Universitas Al-Azhar. Dalam sidang promosi terbuka yang dipenuhi hadirin tersebut, Syaikh Kyal Haji Muhammad Aunul Abied Shah mengajukan disertasi doktoral berjudul “Al Ittijah An Nagdy fie al-Khithab al-Kalamy “Inda Najm elid Dien el-Katiby” (Inklinasi Kris dalam Diskursus Ilmu Kalam / Theologi Islam: Perspektif Najmuddin al-Katiby).

Orang Madura pertama yang meraih gelar doktor dari Al-Azhar Ini adalah juga pengasuh Pondok Pesantren Darus Salam, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura. yang dikenal sebagai pemerhati pemikiran Islam kontemporer. Beliau mempunyai beberapa karya ilmiyah di antaranya adalah: “Islam Garda Depan: Mozaik Pemikiran Islam Timur Tengah” yang diterbitkan oleh Mizan Bandung pada tahun 2001.

Disertasi ini ditulis dalam spesialisasi mayor Akidah dan Filsafat lalu dinyatakan mendapat judisium “Martabat Syaraf Al-Ula Ma’at Tawshiyah bi Thab’ al Risalah wa Tadawuliha baynal Jami’at” (Summa Cumlaude with Highest Honors and Recommendation for Publication), sebuah judisium akademis tertinggi tingkat Strata Tiga (Doktoral) yang sangat jarang sekali di berikan Universitas Islam legendaris ini kepada para lulusannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dewan Penguji Sidang Terbuka ini diketuai langsung oleh Prof. Dr. Hassan Muharram el-Huwainy, Guru Besar Akidah & Filsafat paling sepuh di Al-Azhar Sekaligus sebagai promotor utama disertasi ini. Anggota Dewan Penguji terdiri dari Prof. Dr. Arafah Abdel Rohman el-Nady (sebagai Co-Promotor), Prof. Dr. Ragab Mahmoud Khedr Saied (Penguji Internal dari Fak. Ushuluddin Kairo) dan Prof. Dr. Abdel Ghany el-Gharieb Thaha (Penguji Eksternal dari Fak. Ushuluddin dan Dakwah Islam, Universitas Al-Azhar cabang Zagazieg). Mereka menguji langsung disertasi yang ditulis dalam 847 (delapan ratus empat puluh halaman) dan dicetak dalam dua jilid tersebut sejak satu bulan yang lalu, dan kemudian pada sidang promosi terbuka Ini bersepakat secara aklamasi untuk mengapresiasi dengan memberikan yudisium tertinggi yang tersebut di atas.

Dalam paparannya, promovendus menyampaikan bahwa disertasi ini adalah Upaya untuk melakukan pembaharuan Ilmu Kalam (Theologi Islam) melalui arus tradisi internal klasik Islam untuk merekorstruksikan bagaimana para Theologian Ahlus Sunnah wal Jamaah mengkonsepsikan ajaran keyakinan Islam yang sesuai dengan konteks ruang dan zaman dengan mengambil pemikiran Najmuddin el-katiby (seorang ulama Logikus Islam abad ke-7 Hijriyah dari kawasan Kaukasus Asia Tengah) sebagai studi kasus utamanya. Di sini promovendus meneliti metodologi kritik pemikiran yang dilakukan oleh el-Katiby dalam setiap permasalahan Ilmu Kalam klasik mulai dari Eksistensi Tuhan, Sifat-sifatnya, Penciptaan dan Perbuatan Manusia,

Kenabian, Eskatologi sampai ke masalah status muslim dan kafir juga masalah kepemimpinan politik dalam Islam. Metodologi Kritis yang sudah diekstraksikan tersebut lalu diterapkan ke dalam dua konteks: Konteks Pemikiran Filsafat modern dan konteks Pemikiran Islam Indonesia yang direpresentasikan oleh karya-karya Syaikh Nawawi al Bantani dalam bidang Teologi islam.

Dalam tanggapannya, Prof. Dr. Abdel Ghany Thaha menyatakan bahwa disertasi ini sangat kuat dalam berbagai aspek: dari segi konsep penulisannya, dari segi isinya dan cara pendekatan ilmiyah yang dilakukannya dan dari segi referensi yang menjadi sandarannya. Beliau menyarankan agar pendekatan tekstual dengan bersandarkan langsung kepada Al-Ouran dan Sunnah juga tetap dikedepankan. Sehingga ada keseimbangan antara rasionalitas dan tekstuaktas dalam pemikiran Islam.

Sementara itu, Prof. Ragab Mahmcoud Khedr memberikan apresiasi yang sangat tinggi dengan mengatakan bahwa disertasi ini saya berikan 31 (tiga puluh satu) catatan untuk dipertimbangkan oleh promovendus, tetapi itu tidak mengurangi pengakuan saya terhadap kualitas disertasi ini yang patut dibaca oleh semua pelajar kajian Islam agar bisa mengambil contoh bagaimana seharusnya kita membaca teksteks Islam klasik, lalu bagaimana cara terbaik untuk mengkontekstualisasikannya di masa sekarang dan juga dalam konteks ruang dan tempat di mana mereka hidup. Penguji yang merupakan dosen senior Al-Azhar ini juga menyatakan bahwa dalam disertasi ini terlihat bahwa penulisnya mempunyai jatidiri pemikiran yang sangat kuat, mempunyai analisis yang mendalam, juga mempunyai penguasaan bahasa asing yang memungkinkannya merujuk langsung kepada referensi-referensi yang diperlukan. “Tapi saya mengkritik disertasi ini karena permasalahannya terlalu luas menurut saya. Promovendus telah menyusahkan diri karena obyek pembahasannya yang luas ini, sehingga dia harus menulis disertasi dua jilid setebal delapan ratus halaman lebih, dan membuat saya kelelahan membacanya dari awal sampai akhir!” Sebuah komentar yang membuat para hacirin tertawa.

Yang menarik, bahwa promovendus telah mempersembahkan disertasinya ini kepada para guru-gurunya yang telah mengajarnya walaupun hanya satu huruf Ilmu Sejak usia dini sampai jenjang doktoral Ini. Beliau dikenal sebagai alumni KMI Pondok Modern Darus Salam Gontor santri langsung Kyai Hasan Abdullah Saha! yang melanjutkan pendidikannya ke Mesir. Di Bumi Kinanah, aktivis NU Mesir ini mengaji Ilmu Fikih dan Hadits kepada Syaikh Prof. Dr. Aly Jum’ah Asy-Syafile dan kepada Prof. Thaha Rayyan Al Maliki. Juga termasuk santri langsung yang belajar Filsafat Islam kepada Prof. Ahmed et Thayyeb Grand Syaikh Al-Azhar dan pernah membersamai gurunya ini dalam kunjungan resmi ke Indonesia.

Dalam kesehariannya, Syaikh KH Muhammad Aunul Abied Shah adalah Seorang guru Tarekat Nagsyabandiyah Khclidiyah di Indonesia melalu jalur silsilah

Syaikh Muhammad Amien Al-Kurdi, pengarang kitab Tanwirul Oulub. Beliau juga murid langsung Syaikh Mahmoud el-Ghourab dalam Tasawwutf Syaikh Muhyiddin Ibnu Araby dari jalur Syaikh Ahmad Haroua An Najjar Damaskus. Beliau Biasa mengajarkan kitab Maktubat Imam Rabbani dalam Tasawwuf Nagsyabandi dan sesekali mengajarkan Al-Futuhat Al-Makkivah.

Dalam Kajian Ilmu Kalam dan Filsafat Islam, dosen masyayikh di Ma’had Aly PP Salafiyah Syafiiyyah Situbondo ini juga biasa mengajarkan kitab Al-Luma’ karya Imam Asy’ary, Al-Igtishad wal I’tigad karya Al-Ghazali, Tagribul Maram fi Ilmil Kalam karya Sanandaji, Ad-Durrah Al-Fakhirah karya Nuruddin Jami dan Syarah Kheir-Abady ‘ala Hidayatil Hikmah karya Al-Abahry.

Penulis : Red-Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPRD Rudi Kurniawan Dukung Penuh Festival IPSI Kabupaten Sampang 
Lora Ahmad Mahfuzd Wakil Bupati Sampang Buka Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Torjun
Iptu Iwan Suhadi S.H. Patroli Harkamtibmas Utamakan Pelayanan Masyarakat
Musrenbang RKPD Tahun 2027 Kecamatan Kedungdung Bupati Sampang Bersama Wabup Sampang Pembangunan Infrastruktur Terus Berlanjut
Pemimpin Baru, Membawa banyak Perubahan di Desa Banjar Billah, Trafo Listrik Baru Dipasang untuk Menstabilkan Tegangan di Dusun Paka’an dan Dusun Kanderruh Desa Banjarbillah
Bupati Sampang Lantik Nor Alam Sebagai Kepala Dinas Pendidikan
Iptu Iwan Suhadi, S.H., Tasyakuran HUT Ke 53 Serta Tasyakuran Penganugrahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian 
Iptu Iwan Suhadi, S.H., Kapolsek Pangarengan Perkuat Harkamtibmas Dengan Silaturahmi Ke Tokoh Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 03:53 WIB

Ketua DPRD Rudi Kurniawan Dukung Penuh Festival IPSI Kabupaten Sampang 

Rabu, 28 Januari 2026 - 02:37 WIB

Dr. KH. Muhamad Ainul Abiet Shah., LC.M.A. Pengasuh Pondok Pesantren Darus Salam Torjun Sampang, Pecah Rekor Orang Madura Pertama Meraih Gelar Doktor di Universitas Al-Azhar Kairo

Selasa, 27 Januari 2026 - 07:48 WIB

Lora Ahmad Mahfuzd Wakil Bupati Sampang Buka Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Torjun

Senin, 26 Januari 2026 - 05:16 WIB

Iptu Iwan Suhadi S.H. Patroli Harkamtibmas Utamakan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:06 WIB

Pemimpin Baru, Membawa banyak Perubahan di Desa Banjar Billah, Trafo Listrik Baru Dipasang untuk Menstabilkan Tegangan di Dusun Paka’an dan Dusun Kanderruh Desa Banjarbillah

Berita Terbaru