Bitcoin Sempat Turun ke US$74.000, ‘Mega Whale’ Terpantau Tetap Borong Bitcoin

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (Jakarta) – Pasar aset kripto global sedang berada dalam fase volatilitas tinggi setelah Bitcoin (BTC) mengalami koreksi tajam ke kisaran level USD74.000 sebelum akhirnya melakukan rebound ke level USD77.000. Kombinasi antara eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, penguatan dolar AS pasca-nominasi kepemimpinan baru Federal Reserve menjadi pemicunya. Penurunan ini tercatat telah menghapus nilai kapitalisasi pasar sekitar USD800 miliar sejak titik tertingginya pada Oktober lalu.” Senin 2 Februari 2026

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa saat ini Bitcoin sering kali menjadi salah satu aset pertama yang bereaksi terhadap kepanikan global karena sifat pasarnya yang beroperasi 24/7. Fenomena ini tercermin dari risk-off sentiment yang terjadi secara serentak, di mana instrumen hard money tradisional seperti emas dan perak juga menyusul mengalami tekanan jual yang signifikan bersamaan dengan aset digital.

Namun, data on-chain Glassnode menunjukkan anomali yang menarik di mana terdapat perbedaan perilaku yang kontras antara kelas investor kripto. Saat investor ritel cenderung melakukan penjualan karena panik, kelompok ‘Mega-Whales’ atau pemegang lebih dari 1.000 Bitcoin justru terpantau melakukan akumulasi pembelian Bitcoin secara bertahap untuk menyerap pasokan pasar yang panik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Antony menambahkan bahwa meskipun pasar saat ini berada dalam fase ketakutan yang ekstrem, fundamental industri dinilai jauh lebih kokoh dibandingkan siklus serupa di tahun 2022. Kehadiran institusi besar seperti BlackRock dan JPMorgan yang telah terintegrasi dalam ekosistem melalui ETF dan infrastruktur perbankan memberikan bantalan yang lebih kuat terhadap risiko sistemik jangka panjang.

Sebagai langkah antisipasi, INDODAX mengimbau para investor kripto di Indonesia untuk tetap tenang dan tidak mengambil keputusan impulsif berdasarkan emosi sesaat. Penting bagi investor untuk mengevaluasi kembali manajemen risiko mereka.

Investor disarankan untuk tetap disiplin pada strategi investasi jangka panjang, mencermati dinamika pasar secara proporsional, serta terus membekali diri dengan riset mandiri. Untuk membantu investor tetap mengikuti perkembangan pasar dan memahami konteks pergerakan harga, INDODAX juga menyediakan kanal edukasi melalui INDODAX Academy serta pembaruan informasi pasar melalui INDODAX News. INDODAX berkomitmen untuk terus menyediakan platform yang transparan dan tepercaya guna mendukung seluruh pengguna dalam menghadapi dinamika ekonomi digital global ini.

Penulis : Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INDODAX Soroti Penguatan Ekosistem Kripto Nasional di FEKDI x IFSE 2026
Bitcoin Tercatat Sentuh US$87.000, INDODAX Sebut Sentimen Pasar Kripto Kian Optimistis
The Fed Naikkan Suku Bunga, INDODAX Soroti Respons Bitcoin di Tengah Kebijakan Ketat
Arus Dana ETF Bitcoin Tembus US$3,8 Miliar, INDODAX Nilai Pasar Tetap Perlu Cermati Faktor Makro
Volume INDODAX Naik ke Rp8,7 Triliun di Tengah Pertumbuhan Investor Kripto
Bitcoin Sentuh US$80.000, INDODAX Ingatkan Investor Tetap Perhatikan Dinamika Pasar
Polri Siapkan Personel Dukungan ke Flores untuk Perkuat Penanganan Gempa M 7,7
INDODAX Dorong Penguatan Builders dan Likuiditas untuk Jadi Crypto Hub Regional
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 12:24 WIB

INDODAX Soroti Penguatan Ekosistem Kripto Nasional di FEKDI x IFSE 2026

Selasa, 22 September 2026 - 11:19 WIB

Bitcoin Tercatat Sentuh US$87.000, INDODAX Sebut Sentimen Pasar Kripto Kian Optimistis

Selasa, 8 September 2026 - 10:45 WIB

Arus Dana ETF Bitcoin Tembus US$3,8 Miliar, INDODAX Nilai Pasar Tetap Perlu Cermati Faktor Makro

Selasa, 1 September 2026 - 07:39 WIB

Volume INDODAX Naik ke Rp8,7 Triliun di Tengah Pertumbuhan Investor Kripto

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Bitcoin Sentuh US$80.000, INDODAX Ingatkan Investor Tetap Perhatikan Dinamika Pasar

Berita Terbaru