Bitcoin Terkoreksi ke Sekitar US$70.000 Pasca FOMC, INDODAX: Sentimen Tertekan Suku Bunga Tinggi

- Penulis

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (Jakarta) – Harga Bitcoin mengalami penurunan ke kisaran US$70.000 setelah hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan sinyal kebijakan moneter yang masih cenderung ketat. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor makroekonomi, termasuk revisi kenaikan inflasi Amerika Serikat menjadi sekitar 2,7% serta suku bunga yang bertahan di kisaran 3,50%-3,75%.” Jum’at 20 Maret 2026

Sebelumnya, Bitcoin sempat mengkuat mendekati US$76.000 pada Selasa (17/03) didorong arus masuk dana institusional ke spot Bitcoin ETF sebesar US$199,37 juta hingga sesi ketujuh berturut-turut, sementara total arus masuk selama tujuh hari mencapai US$1,16 miliar. Hal ini menunjukkan minat investor besar yang masih terjaga meski pasar mengalami volatilitas. Namun, setelah pertemuan FOMC, para investor melakukan penyesuaian yang mempengaruhi pergerakan harga, tercermin dari koreksi sekitar 7–8%.

Merespons hal tersebut, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, mengatakan bahwa pergerakan pasar saat ini dipengaruhi oleh hasil FOMC yang membentuk ekspektasi baru investor terhadap kebijakan moneter.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keputusan FOMC yang mempertahankan suku bunga acuan serta revisi naik proyeksi inflasi menunjukkan arah kebijakan The Fed yang masih cenderung hawkish. Pasar pun menangkap sinyal bahwa inflasi belum turun secepat harapan, sehingga likuiditas ke aset berisiko seperti kripto menjadi lebih terbatas. Namun, ini merupakan bagian dari penyesuaian pasar terhadap dinamika ekonomi global yang terus berkembang,” ujar Antony.

Dalam keputusan terbarunya, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% dan menaikkan proyeksi inflasi 2026 menjadi sekitar 2,7%. Ketua The Fed, Jerome Powell, menyampaikan bahwa penurunan suku bunga akan sangat bergantung pada perkembangan inflasi, di tengah ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga energi. Kondisi ini membuat peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat menjadi lebih terbatas, sehingga mempengaruhi minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Pergerakan Bitcoin saat ini berada di kisaran US$70.000, dengan area US$70.000–US$72.000 menjadi level support penting yang dicermati oleh investor. Selama level ini mampu bertahan, pergerakan harga berpotensi tetap stabil dalam jangka pendek, didukung oleh arus masuk dana institusional yang membantu menyerap tekanan jual. Namun jika harga melewati level support ini, penyesuaian harga berpotensi berlanjut ke level yang lebih rendah.

Antony menambahkan, “Pada kondisi pasar saat ini, sentimen pasar cenderung dipengaruhi oleh faktor makroekonomi. Namun bagi investor, fase koreksi dan konsolidasi seperti ini dapat dimanfaatkan untuk menata kembali strategi investasi secara lebih bijak dengan manajemen risiko yang tepat dan fokus jangka panjang.”

Sejalan dengan dinamika ini, INDODAX menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan ekosistem perdagangan aset kripto yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh member. INDODAX juga aktif mendorong literasi dan edukasi masyarakat melalui INDODAX Academy, agar pengguna memahami risiko investasi dan pentingnya riset mandiri (DYOR).

Selain itu, penerapan strategi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu investor menghadapi volatilitas pasar dengan lebih disiplin. Lewat edukasi yang berkelanjutan, INDODAX mengajak masyarakat untuk tetap rasional, bertanggung jawab, dan berorientasi jangka panjang dalam menyikapi peluang di pasar kripto.

Penulis : Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INDODAX Raih Dua Penghargaan dari CFX, Perkuat Komitmen Edukasi dan Pertumbuhan Industri Kripto Nasional
INDODAX Gandeng Chainalysis untuk Memperkuat Standar Keamanan dan Kepatuhan Industri Kripto Indonesia
IAS Hospitality dan INDODAX Jalin Kemitraan Strategis untuk Menghadirkan Privilege Airport Lounge bagi Member
Marak Nomor CS Palsu dan Phishing, Catat Nomor Resmi CS INDODAX
INDODAX Bagikan Kebahagiaan Idul Adha Lewat Program Kepedulian Sosial di Aceh
INDODAX Rayakan Bitcoin Pizza Day 2026 sebagai Ruang Selebrasi dan Diskusi Bersama Komunitas Kripto
INDODAX Dorong Generasi Muda Mulai Investasi Rutin di Tengah Fenomena Pinjol dan Paylater
Musim Haji 2026, Satgas Haji Polri Terus Lindungi Masyarakat dari Praktik Haji Non-Prosedural
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:51 WIB

INDODAX Raih Dua Penghargaan dari CFX, Perkuat Komitmen Edukasi dan Pertumbuhan Industri Kripto Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:29 WIB

INDODAX Gandeng Chainalysis untuk Memperkuat Standar Keamanan dan Kepatuhan Industri Kripto Indonesia

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:30 WIB

IAS Hospitality dan INDODAX Jalin Kemitraan Strategis untuk Menghadirkan Privilege Airport Lounge bagi Member

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:10 WIB

Marak Nomor CS Palsu dan Phishing, Catat Nomor Resmi CS INDODAX

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:02 WIB

INDODAX Bagikan Kebahagiaan Idul Adha Lewat Program Kepedulian Sosial di Aceh

Berita Terbaru

Sampang

Kapolres Sampang Sampaikan Selamat HUT & Raker AWAS Ke-5

Minggu, 14 Jun 2026 - 11:28 WIB

Sampang

Pemerintah Kabupaten Sampang Ucapkan Selamat HUT AWAS Ke-5

Sabtu, 13 Jun 2026 - 02:49 WIB