Serangan Siber Kripto Global Makin Kompleks, INDODAX Soroti Peran AI dalam Keamanan Blockchain

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (JAKARTA) – Nilai aset kripto yang hilang akibat peretasan sepanjang semester pertama 2026 hampir menyentuh US$1 miliar. Berdasarkan data dari DeFiLlama, sedikitnya 127 insiden keamanan menyebabkan kerugian sekitar US$947 juta periode Januari hingga Juni 2026. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pola serangan pada ekosistem blockchain berkembang semakin kompleks, sehingga sistem keamanan dinilai butuh kebaruan dalam menghadapi ancaman yang terus berevolusi.” Rabu 1 Juli 2026

Kompleksitas ancaman tersebut tercermin dari dua insiden peretasan pada April 2026 yang menimpa Drift Protocol dan KelpDAO dengan total kerugian sekitar US$577 juta. Laporan TRM Labs mencatat bahwa kedua insiden tersebut menyumbang sekitar 76% dari total nilai aset kripto yang dicuri hingga April 2026. Meski menggunakan metode yang berbeda, kedua serangan menunjukkan bahwa pelaku tidak lagi hanya mengeksploitasi celah pada kode, tetapi juga menyerang infrastruktur blockchain, serta memanfaatkan kelengahan manusia lewat operasi social engineering.

Di tengah meningkatnya ancaman tersebut, teknologi artificial intelligence (AI) mulai dimanfaatkan sebagai potensi solusi baru dalam keamanan blockchain. Berbeda dengan proses audit tradisional yang dilakukan secara berkala, AI memungkinkan proses analisis smart contract sekaligus pemantauan risiko (continuous monitoring) secara lebih cepat, sehingga berbagai potensi kerentanan dapat diidentifikasi sebelum berkembang menjadi insiden yang lebih besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

CEO INDODAX, William Sutanto, menilai bahwa perkembangan AI membuka peluang bagi industri kripto dan blockchain untuk memperkuat sistem keamanan secara lebih proaktif.

“Yang berubah saat ini bukan hanya jumlah serangan yang terjadi, tetapi juga tingkat kompleksitasnya. Pelaku kejahatan siber semakin terorganisir dan memanfaatkan berbagai metode yang sulit dideteksi dengan pendekatan konvensional. Karena itu, sistem keamanan juga harus mampu beradaptasi lebih cepat, dan AI menjadi salah satu teknologi yang memiliki potensi besar untuk mendukung upaya tersebut,” ujar William.

Pemanfaatan AI tersebut mulai diterapkan oleh sejumlah perusahaan teknologi, seperti Frosty yang dikembangkan Coinbase dan Mythos dari Anthropic. Selain mempercepat audit internal dan analisis smart contract, teknologi ini juga mampu melakukan on-chain analysis, memantau perubahan perilaku protokol, serta mengidentifikasi aktivitas transaksi yang tidak wajar secara real-time sehingga potensi ancaman dapat dideteksi lebih dini.

Meski demikian, William menegaskan bahwa AI bukanlah solusi tunggal terhadap seluruh ancaman keamanan di industri aset digital dan kripto.

“AI bertindak sebagai resource multiplier yang mempercepat deteksi teknis. Namun, keamanan blockchain tetaplah ekosistem dengan perlindungan berlapis. Fondasinya terletak pada tata kelola yang teregulasi, audit independen, manajemen akses yang ketat, peningkatan kesadaran di tingkat pengguna, termasuk KYC dan security hygiene, serta sumber daya manusia yang kompeten dalam mengambil keputusan yang tepat. Karena, teknologi secanggih apa pun tetap membutuhkan kompetensi, integritas, dan human judgement di belakangnya,” tambahnya.

Menurut William, nilai tambah AI saat ini tidak hanya terletak pada kemampuannya mempercepat proses analisis, tetapi juga pada kemampuannya melakukan pemantauan risiko secara berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan pelaku industri mendeteksi potensi ancaman lebih dini sekaligus mempercepat proses mitigasi sebelum berkembang menjadi insiden yang lebih besar.

“Ke depan, ukuran keamanan blockchain tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa sering sebuah sistem diaudit, tetapi juga oleh seberapa cepat sistem tersebut mampu mendeteksi, menganalisis, dan merespons ancaman yang terus berkembang. Di sinilah AI mulai mengambil peran yang semakin penting sebagai pendukung sistem keamanan yang lebih adaptif,” tutupnya.

Sebagai licensed crypto exchange Indonesia, INDODAX berkomitmen terus memperkuat standar keamanan melalui penerapan teknologi, tata kelola, serta edukasi keamanan kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Chainalysis untuk memperkuat kemampuan pemantauan aktivitas on-chain, manajemen risiko, sistem kepatuhan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan standar keamanan industri aset kripto nasional sekaligus memperkuat perlindungan bagi seluruh pengguna.

Penulis : Red-Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INDODAX: Keamanan Aset Kripto Tak Lagi Hanya Soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
CS INDODAX: Layanan Customer Support 24 Jam Resmi Milik INDODAX, Waspadai Modus Phishing dan CS Palsu
Bitcoin Terkoreksi Pasca FOMC, INDODAX Ajak Investor Tetap Fokus pada Fundamental
INDODAX Nilai Meredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Pemulihan Sentimen Pasar Kripto
INDODAX Raih Dua Penghargaan dari CFX, Perkuat Komitmen Edukasi dan Pertumbuhan Industri Kripto Nasional
INDODAX Gandeng Chainalysis untuk Memperkuat Standar Keamanan dan Kepatuhan Industri Kripto Indonesia
IAS Hospitality dan INDODAX Jalin Kemitraan Strategis untuk Menghadirkan Privilege Airport Lounge bagi Member
Marak Nomor CS Palsu dan Phishing, Catat Nomor Resmi CS INDODAX
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:27 WIB

Serangan Siber Kripto Global Makin Kompleks, INDODAX Soroti Peran AI dalam Keamanan Blockchain

Senin, 29 Juni 2026 - 10:40 WIB

INDODAX: Keamanan Aset Kripto Tak Lagi Hanya Soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:53 WIB

CS INDODAX: Layanan Customer Support 24 Jam Resmi Milik INDODAX, Waspadai Modus Phishing dan CS Palsu

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:31 WIB

Bitcoin Terkoreksi Pasca FOMC, INDODAX Ajak Investor Tetap Fokus pada Fundamental

Senin, 15 Juni 2026 - 14:43 WIB

INDODAX Nilai Meredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Pemulihan Sentimen Pasar Kripto

Berita Terbaru