Wahyudi El Panggabean Imbau Insan Pers Nasional Segera Adaptasi AI dan Perkuat Kompetensi

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026 - 01:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (PEKANBARU) — Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa gelombang perubahan besar pada lanskap media global. Menanggapi fenomena tersebut, Direktur Utama Lembaga Pendidikan Wartawan Pekanbaru Journalist Center (PJC), Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H., MT.BNSP., CPCT., mengeluarkan imbauan keras kepada segenap insan pers di tanah air untuk segera melipatgandakan semangat belajar dan beradaptasi agar eksistensi profesi tidak tergilas zaman.” Kamis 2 Juli 2026

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Wahyudi saat menerima kunjungan sejumlah pemimpin redaksi media di kediamannya, Pekanbaru, Rabu (1/7/2026).

Wahyudi, yang telah lebih dari 40 tahun menekuni dunia jurnalistik sekaligus menjabat sebagai Anggota Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Pekanbaru, menilai bahwa teknik jurnalistik dalam lima tahun terakhir telah mengalami lompatan eksponensial yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Kehadiran generative AI kini menuntut standardisasi keahlian baru bagi seorang jurnalis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sedang menghadapi titik balik sejarah pers. Saat ini telah terjadi pergeseran metodologi kerja yang sangat masif. Pilihan kita hanya dua: beradaptasi dengan belajar lebih giat untuk menguasai teknologi ini, atau menolak berubah lalu perlahan-lahan tergilas dan hilang dari industri,” ujar tokoh yang juga dikenal produktif sebagai penulis belasan buku jurnalistik tersebut di hadapan para pemred.

Wahyudi menjabarkan bahwa aspek mendesak yang harus segera dikuasai oleh para jurnalis saat ini meliputi literasi perangkat AI (prompt engineering), metode verifikasi tingkat lanjut (advanced fact-checking), serta pemahaman komprehensif terhadap regulasi pers digital. Kendati demikian, ia mengingatkan agar adopsi teknologi ini tidak melanggar rambu-rambu etis.

“AI mutlak diposisikan sebagai instrumen akselerasi riset, seperti merangkum dokumen hukum yang tebal atau memetakan big data. Namun, jurnalis tidak boleh malas. Hasil olahan mesin wajib diuji akurasinya karena AI rawan mengalami halusinasi informasi. Jangan sampai proses penyuntingan kehilangan prinsip human oversight atau pengawasan manusia,” tegas praktisi senior yang telah melatih ribuan jurnalis lewat PJC selama dua dekade terakhir ini.

Lebih lanjut, berbekal pengalamannya yang matang di dunia pers dan hukum, Wahyudi menggarisbawahi bahwa secanggih apa pun algoritma AI, ada batas-batas humanis dalam profesi pers yang tidak akan pernah bisa direplikasi oleh baris kode komputer.

“Mesin tidak dibekali nurani, tidak memiliki kode etik, dan tidak mempunyai hunting instinct atau naluri berburu berita di lapangan. AI tidak akan pernah bisa membangun hubungan emosional yang intim dengan narasumber saat wawancara mendalam (in-depth interview). Keunggulan otentik manusia itulah yang harus kita pertajam,” tambahnya.

Mengakhiri pertemuan tersebut, Wahyudi mendesak seluruh perusahaan pers dan lembaga pelatihan untuk segera merevitalisasi kurikulum pendidikan jurnalistik mereka agar selaras dengan kebutuhan era disrupsi. Sinergi antara kecakapan teknologi dan integritas moral dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga marwah pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Penulis : Red-Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wahyudi El Panggabean Appresiasi Journalist Capabality Building Tanoto Foundation
Dorong Ekosistem Kripto Yang Inklusif, INDODAX Resmikan Perluasan Kantor Baru di Bali
Polri Ungkap 330 Tersangka Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi dalam 13 Hari
Wahyudi El Panggabean Minta Pers Hormati Proses Pengadilan Kasus Dugaan Korupsi Gubernur Riau, Abdul Wahid
Kapolri Ungkap Peran Pemerintah Jaga Perdamaian dan Ekonomi di Tengah Konflik Global
Ramadhan: Bersih Hati, Tegak Hukum, Hapus Korupsi
H. Slamet Junaidi Bupati Sampang Menerima Penghargaan dari Menteri H. Abdul Muhaimin Iskandar
Wahyudi El Panggabean: Sebagian Besar Wartawan Indonesia tidak Paham Kode Ethik Jurnalistik
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 01:46 WIB

Wahyudi El Panggabean Imbau Insan Pers Nasional Segera Adaptasi AI dan Perkuat Kompetensi

Kamis, 30 April 2026 - 06:29 WIB

Wahyudi El Panggabean Appresiasi Journalist Capabality Building Tanoto Foundation

Rabu, 22 April 2026 - 13:38 WIB

Dorong Ekosistem Kripto Yang Inklusif, INDODAX Resmikan Perluasan Kantor Baru di Bali

Selasa, 21 April 2026 - 07:26 WIB

Polri Ungkap 330 Tersangka Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi dalam 13 Hari

Selasa, 21 April 2026 - 01:17 WIB

Wahyudi El Panggabean Minta Pers Hormati Proses Pengadilan Kasus Dugaan Korupsi Gubernur Riau, Abdul Wahid

Berita Terbaru