Liputanmadura.com (PAMEKASAN) Jawa Timur – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Kelompok 21 melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Bullying bagi siswa di LPI RAUDLATUL ULUM, Desa Tampojung Pregih, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk perundungan (bullying), dampaknya terhadap korban, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.” Rabu 22 Juli 2026.
Program ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu perundungan yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menghormati sesama, membangun empati, serta berani melaporkan apabila melihat atau mengalami tindakan bullying.
Salah satu Penanggung Jawab kegiatan, Flora Cita Marpaung, menyampaikan bahwa pencegahan bullying perlu dilakukan sejak dini agar anak-anak memahami pentingnya menghargai perbedaan dan menjaga hubungan yang baik dengan teman sebaya. “Kami berharap melalui sosialisasi ini siswa dapat memahami bahwa bullying, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial, dapat memberikan dampak yang serius bagi korban. Dengan saling menghormati dan peduli satu sama lain, lingkungan sekolah akan menjadi tempat yang lebih aman dan menyenangkan untuk belajar,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian bullying, jenis-jenis bullying, faktor penyebab, serta dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan mental maupun proses belajar siswa. Agar penyampaian materi lebih mudah dipahami, mahasiswa juga mengajak peserta mengikuti sesi tanya jawab, permainan edukatif, dan simulasi sederhana mengenai cara menghadapi maupun mencegah tindakan perundungan.
Selain memberikan materi, mahasiswa turut mengajak siswa untuk berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying melalui sikap saling menghargai, saling membantu, serta berani melapor kepada guru atau orang tua apabila mengalami ataupun menyaksikan tindakan perundungan.
Sementara itu, Ajeng Febria, yang juga merupakan Penanggung Jawab kegiatan, menjelaskan bahwa pendekatan interaktif dipilih agar siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan. “Kami mengemas sosialisasi dengan bahasa yang sederhana, permainan, dan diskusi sehingga siswa tidak merasa bosan. Harapannya, mereka tidak hanya memahami apa itu bullying, tetapi juga mampu menerapkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal,” jelasnya.
Kegiatan mendapat sambutan positif dari para guru dan siswa LPI RAUDLATUL ULUM. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta semangat mereka dalam mengikuti setiap sesi kegiatan. Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran siswa mengenai pentingnya mencegah bullying semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN 2026 Universitas Trunojoyo Madura yang mengusung semangat pemberdayaan masyarakat melalui penguatan karakter, pendidikan, dan pembentukan generasi muda yang berakhlak, peduli, serta bertanggung jawab.
Sumber : Kelompok 21 KKN Universitas Trunojoyo Madura 2026, Desa Tampojung Pregih, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan.
Penulis : Red-Tim
Editor : Admin LM
Sumber Berita: Liputan Madura








