Bitcoin Bergejolak karena Perang Timur Tengah, INDODAX Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (Jakarta)– Eskalasi konflik di Timur Tengah sejak ketegangan AS-Israel ke Iran pada Sabtu (28/2) kian meluas dengan penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, serta serangan balasan Iran ke fasilitas AS di sejumlah negara Teluk seperti Bahrain Qatar, Kuwait, Irak dan Uni Emirat Arab.” Rabu 4 Maret 2026

Perkembangan ini memicu lonjakan harga energi, dengan minyak dilaporkan naik hingga US$80 per barel, memicu sentimen risk-off di berbagai kelas aset sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi serta stabilitas pasokan global.

Di tengah tekanan tersebut, harga emas dunia menguat di kisaran US$5.100 per troy ons, seiring meningkatnya permintaan safe haven, sementara saham teknologi Amerika Serikat mengalami rebound terbatas. Pasar kripto yang beroperasi 24/7 menjadi salah satu indikator paling responsif dalam merefleksikan perubahan sentimen investor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin sempat terkoreksi ke US$63.100 akhir pekan, lalu melonjak ke US$70.000 di awal pekan, dan kini bergerak di kisaran US$68.000, dengan kapitalisasi pasar kripto global sekitar US$2,33 triliun.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai volatilitas yang tinggi ini mencerminkan sensitivitas tinggi pasar terhadap perkembangan geopolitik dan risiko makro.

“Lonjakan dan koreksi dalam hitungan hari menunjukkan pasar sedang sangat headline-driven. Dalam situasi seperti ini, sentimen global dan dinamika kebijakan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan aset berisiko, termasuk saham dan kripto,” ujarnya.

Pada fase awal gejolak, investor umumnya bersikap risk-off untuk menjaga likuiditas. Jika ketidakpastian berlanjut, sebagian investor mempertimbangkan aset yang lebih defensif. Antony menuturkan bahwa menghindari keputusan berbasis FOMO serta menerapkan diversifikasi portofolio dan manajemen risiko secara disiplin merupakan langkah paling rasional.

“Dalam kondisi pasar yang tidak menentu, diversifikasi portofolio menjadi salah satu pendekatan yang banyak dilakukan, termasuk mengalihkan sebagian eksposur ke aset kripto yang lebih stabil seperti stablecoin Tether (USDT) atau USD Coin (USDC), atau aset kripto berbasis emas seperti Tether Gold (XAUT) yang tengah menguat, sembari tetap menjaga alokasi terukur pada aset utama,” jelas Antony.

Sejalan dengan itu, INDODAX menegaskan komitmen menjaga likuiditas, keamanan sistem, dan transparansi, sekaligus memperkuat edukasi risiko.

“Di tengah dinamika geopolitik, disiplin manajemen risiko serta memiliki perspektif investasi jangka panjang tetap menjadi kunci untuk bersikap rasional dan adaptif menghadapi ketidakpastian global,” katanya.

Sebagai platform crypto exchange terbesar di Indonesia, INDODAX terus mengedukasi member untuk tetap rasional di tengah kondisi volatilitas pasar. Dia menghimbau investor untuk selalu melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) dan menjaga manajemen risiko yang ketat.

“Di saat pasar penuh tekanan makro seperti sekarang, strategi investasi bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) tetap menjadi opsi paling bijak untuk memitigasi volatilitas,” kata Antony.

Penulis : Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INDODAX: DCA Bantu Investor Meredam Risiko Volatilitas Pasar Kripto
Bitcoin Menguat Mendekati US$79.500, INDODAX: Momentum Positif diTengah Dinamika Geopolitik
Pentingnya Penegakan Hukum Pidana dari Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswa UI
INDODAX Hadirkan Tokenized Stocks, Perluas Akses Investor ke Aset Global Berbasis Blockchain
Rally Kripto Dipicu Tol Bitcoin, INDODAX Soroti Dampaknya pada Ekonomi Global
Bulan Literasi Kripto 2026 Resmi Digelar, CEO INDODAX Soroti Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital
Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, INDODAX Soroti Peran Strategis Industri terhadap Negara
Polri Ungkap Kerugian Rp1,26 Triliun dari Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 12:18 WIB

INDODAX: DCA Bantu Investor Meredam Risiko Volatilitas Pasar Kripto

Kamis, 23 April 2026 - 05:31 WIB

Bitcoin Menguat Mendekati US$79.500, INDODAX: Momentum Positif diTengah Dinamika Geopolitik

Rabu, 15 April 2026 - 12:06 WIB

Pentingnya Penegakan Hukum Pidana dari Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswa UI

Rabu, 15 April 2026 - 08:48 WIB

INDODAX Hadirkan Tokenized Stocks, Perluas Akses Investor ke Aset Global Berbasis Blockchain

Rabu, 15 April 2026 - 05:52 WIB

Rally Kripto Dipicu Tol Bitcoin, INDODAX Soroti Dampaknya pada Ekonomi Global

Berita Terbaru