Bitcoin Ungguli Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global, INDODAX Sebut Kripto Jadi Sorotan Investor

- Penulis

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (Jakarta) – Meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah memicu ketidakpastian di pasar keuangan global. Di tengah kondisi tersebut Bitcoin justru menunjukkan ketahanan dengan kenaikan sekitar 12% dalam 60 hari terakhir dan diperdagangkan di kisaran US$70.000 – US$71.000 per Selasa (24/03). Sebaliknya indeks S&P 500 turun sekitar 4%, sementara harga emas terkoreksi hingga 16% dan mencatatkan penurunan terbesar sejak 1983 dengan menyentuh level sekitar US4.400 per ons troi. Kondisi ini mendorong meningkatnya perhatian investor terhadap Bitcoin sebagai alternatif lindung nilai di tengah gejolak pasar.” Selasa 24 Maret 2026

Menanggapi dinamika pasar ini, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa kinerja kuat Bitcoin saat krisis bukanlah fenomena baru, melainkan pola yang sudah pernah terjadi seperti pada krisis pandemi COVID-19, ketegangan AS-Iran 2020, hingga konflik Rusia-Ukraina.

“Karakteristik Bitcoin yang terdesentralisasi, dapat diperdagangkan 24 jam, serta tidak bergantung pada sistem perbankan konvensional menjadikannya relevan di tengah terganggunya stabilitas sistem keuangan akibat konflik geopolitik. Hal ini membuat Bitcoin memiliki fungsi praktis sekaligus potensi sebagai alternatif lindung nilai,” jelas Antony.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Strategi Logam JPMorgan, Greg Shearer menyebutkan penurunan harga emas dipicu oleh aksi sell-off di tengah lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur tengah yang meningkatkan kekhawatiran inflasi. Tekanan ini turut didorong oleh penguatan dolar AS serta meningkatnya keuntungan dari obligasi, sehingga membuat emas kurang menarik dibandingkan aset imbal hasil dan berpotensi mengubah pola pembelian emas oleh bank sentral.

Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi energi global di Selat Hormuz, meningkatkan risiko inflasi akibat lonjakan harga minyak. Kondisi ini mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Dalam kondisi tersebut, emas yang tidak memberikan imbal hasil rutin cenderung kehilangan daya tarik, khususnya bagi investor institusional.

Meski demikian, pasar kripto masih berada dalam fase volatil dengan sentimen yang cenderung berhati-hati. Faktor makro ekonomi seperti inflasi dan kebijakan suku bunga masih akan menjadi penentu arah pergerakan harga ke depan. Dengan demikian, investor disarankan untuk tetap memperhatikan manajemen risiko dan memahami dinamika pasar secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi.

Sebagai platform perdagangan aset kripto terpercaya di Indonesia, INDODAX terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. INDODAX juga secara rutin mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) yang dapat diakses publik di CoinMarketCap, serta aktif mendorong literasi dan edukasi agar masyarakat dapat berinvestasi aset kripto secara bijak dan bertanggung jawab.

Penulis : Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bitcoin Terkoreksi ke Sekitar US$70.000 Pasca FOMC, INDODAX: Sentimen Tertekan Suku Bunga Tinggi
47 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat, 1 Perwira Raih Bintang Tiga
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Uang Palsu, Target Edarkan Miliaran Saat Lebaran
Polri Selidiki Dugaan Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Kontras
Data Inflasi AS Stabil di 2,4%, INDODAX: Pasar Kripto Cermati Arah Kebijakan The Fed
Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto: Sah untuk Investasi, INDODAX Dorong Edukasi Investor
Bitcoin Bergejolak karena Perang Timur Tengah, INDODAX Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko
12 Tahun INDODAX, Pertegas Komitmen Bangun Ekosistem Kripto yang Berkelanjutan dan Kredibel
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:13 WIB

Bitcoin Ungguli Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global, INDODAX Sebut Kripto Jadi Sorotan Investor

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:09 WIB

47 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat, 1 Perwira Raih Bintang Tiga

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:37 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Uang Palsu, Target Edarkan Miliaran Saat Lebaran

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:11 WIB

Polri Selidiki Dugaan Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Kontras

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:15 WIB

Data Inflasi AS Stabil di 2,4%, INDODAX: Pasar Kripto Cermati Arah Kebijakan The Fed

Berita Terbaru

Sampang

MADAS SEDARAH Gelar Halal Bihalal dan Haul Buju’ Se Madura

Selasa, 24 Mar 2026 - 11:07 WIB