CS INDODAX: Layanan Customer Support 24 Jam Resmi Milik INDODAX, Waspadai Modus Phishing dan CS Palsu

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (JAKARTA) – Meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto turut diikuti dengan berkembangnya berbagai modus kejahatan siber yang menargetkan para pengguna.

Berdasarkan laporan keamanan Web3 dari Hacken, perusahaan keamanan blockchain, lebih dari 63% total kerugian akibat insiden keamanan pada kuartal pertama 2026 berasal dari phishing dan social engineering yang melampaui wallet scam dan eksploitasi smart contract maupun serangan teknis lainnya.” Kamis 25Juni 2026

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Total kerugian akibat insiden keamanan Web3 sepanjang Januari hingga Maret 2026 tersebut mencapai sekitar US$482 juta, dengan sekitar US$306 juta berasal dari phishing dan social engineering. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber kini lebih banyak mengeksploitasi dari sisi pengguna dibandingkan mencoba menembus sistem teknologi.

Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, mengatakan perubahan pola serangan

tersebut tercermin dari semakin maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan Customer Support (CS) INDODAX. Menurutnya, pelaku memanfaatkan kepercayaan pengguna untuk memperoleh password, PIN, kode OTP, maupun informasi sensitif lainnya.

“Saat ini pelaku kejahatan siber tidak lagi hanya mencari celah pada sistem, tetapi juga mencari celah pada manusia. Modus CS palsu merupakan salah satu bentuk social engineering yang memanfaatkan rasa panik dan kepercayaan pengguna agar secara sukarela memberikan akses ke akun mereka,” ujar Aloysia.

Aloysia menambahkan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuat modus CS

phishing semakin sulit dikenali. Pelaku kini mampu menghasilkan email, pesan instan, hingga komunikasi yang tampak profesional melalui teknologi seperti AI generatif, sehingga korban semakin sulit membedakan mana komunikasi resmi dan mana yang merupakan penipuan.

“Jika dahulu pesan penipuan relatif mudah dikenali karena banyak kesalahan penulisan, kini pelaku mampu membuat komunikasi yang sangat menyerupai pesan resmi perusahaan. Karena itu, kami selalu mengingatkan pengguna untuk melakukan verifikasi sebelum memberikan informasi apa pun terkait akun mereka,” lanjutnya.

 

Selain memanfaatkan AI, Microsoft Threat Intelligence juga mencatat bahwa QR phishing menjadi salah satu metode serangan siber dengan pertumbuhan tercepat pada kuartal pertama 2026. V olume serangannya meningkat sekitar 146%, dari 7,6 juta pada Januari menjadi 18,7 juta pada Maret. Modus ini mengarahkan korban ke halaman login palsu melalui kode QR yang disisipkan dalam email maupun dokumen yang tampak sah.

Sebagai langkah perlindungan, INDODAX mengimbau pengguna untuk selalu menghubungi Customer Support melalui kanal resmi perusahaan, melakukan double check terhadap alamat website yang diakses, serta mengaktifkan autentikasi berlapis. Pengguna juga diingatkan agar tidak membagikan informasi pribadi terkait akun kepada pihak mana pun tanpa melalui proses

verifikasi.

 

INDODAX menegaskan bahwa tim Customer Support resmi tidak pernah meminta password, PIN, recovery code, maupun kode OTP, serta tidak pernah meminta pengguna untuk mentransfer dana ke rekening pribadi dalam kondisi apa pun. Selain itu, INDODAX tidak memiliki nomor WhatsApp Customer Support resmi, apabila terdapat pihak yang menghubungi melalui WhatsApp dan mengatasnamakan CS INDODAX, pengguna diimbau untuk segera mengakhiri komunikasi dan melakukan verifikasi melalui kanal resmi perusahaan.

Apabila membutuhkan bantuan atau menemukan pihak yang mengatasnamakan INDODAX, pengguna diimbau untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal komunikasi resmi berikut:

Customer Support Resmi INDODAX:

Nomor CS INDODAX: (021) 5065 8888

Nomor CS INDODAX Prioritas: (021) 5036 8888

Email: support@indodax.com

Media Sosial Resmi INDODAX:

Instagram: @indodax

X (Twitter): @indodax

TikTok: @indodax

Facebook: @indodax

Telegram: @indodax dan @indodaxroom

YouTube: INDODAX

LinkedIn: INDODAX

 

Sebagai licensed crypto exchange Indonesia, INDODAX terus memperkuat perlindungan pengguna melalui peningkatan sistem keamanan serta edukasi berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang.

Penulis : Red-Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri
Catatan Rapat The Fed Soroti Inflasi AS, INDODAX Ajak Investor Cermati Dinamika Pasar Kripto
INDODAX dan Ayobantu Hadirkan Posko Darurat untuk Masyarakat di NTT
INDODAX Raih Trusted & Popular Brand 2026 Berkat Kepercayaan Konsumen Kripto Indonesia
INDODAX Soroti Penguatan Ekosistem Kripto Nasional di FEKDI x IFSE 2026
Bitcoin Tercatat Sentuh US$87.000, INDODAX Sebut Sentimen Pasar Kripto Kian Optimistis
The Fed Naikkan Suku Bunga, INDODAX Soroti Respons Bitcoin di Tengah Kebijakan Ketat
Arus Dana ETF Bitcoin Tembus US$3,8 Miliar, INDODAX Nilai Pasar Tetap Perlu Cermati Faktor Makro
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Catatan Rapat The Fed Soroti Inflasi AS, INDODAX Ajak Investor Cermati Dinamika Pasar Kripto

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:08 WIB

INDODAX dan Ayobantu Hadirkan Posko Darurat untuk Masyarakat di NTT

Jumat, 25 September 2026 - 12:24 WIB

INDODAX Soroti Penguatan Ekosistem Kripto Nasional di FEKDI x IFSE 2026

Selasa, 22 September 2026 - 11:19 WIB

Bitcoin Tercatat Sentuh US$87.000, INDODAX Sebut Sentimen Pasar Kripto Kian Optimistis

Berita Terbaru

Jakarta

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri

Jumat, 9 Okt 2026 - 13:06 WIB