Liputanmadura.com (Sampang) Jawa Timur – H. Slamet Junaidi Bupati Sampang Bersama Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Sampang Hj. Evi Slamet Junaidi, mengunjungi nenek Lansia Saedeh 76 tahun beralamat Dusun Srapong, Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura.” Sabtu 25 April 2026

Kunjungan tersebut atas Kepedulian kepada rakyatnya yang kurang mampu Nenek Lansia ” Saedeh” 76 tahun hidupnya serba kekurangan bertahan hidup dengan menjual Daun pisang dan mencari barang bekas (Rongsokan).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadirannya ke Desa Gulbung mengendarai Motor Vespa kesayangannya berwarna biru di sambut oleh Forkopimcam Pangarengan di antaranya Nur Holis Camat Pangarengan, Iptu Iwan Suhadi, S.H., Kapolsek Pangarengan Polres Sampang dan Peltu Karmuji, Danposramil 0828/13 Pangarengan dan pemerintah setempat.
unggahan video di akun Kabupaten Sampang sosial media (Sosmed) menunjukkan wajah senyum nenek Lansia ” Saedeh ” 76 tahun, kehadiran orang nomor satu di kabupaten Sampang, merupakan dorongan semangat untuk menjalani hidup yang lebih layak, bantuan paket sembako dan uang tunai di Terima nenek Lansia Saedeh 76 tahun di rumah tempat tinggalnya.” Jum’at 24 April 2026 sore
Evi Slamet Junaidi Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Sampang, sekaligus istri Bupati Sampang, menyampaikan bahwa hari ini “Jum’at berkah” alhamdulillah kita berbagi lagi ke Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, insya Alloh mudah – mudahan yang sambangi ini di berikan kesehatan dan keberkahan oleh Alloh SWT amin.” dalam Do’anya
Lanjut Evi Slamet Junaidi, di kenal peduli terhadap kesehatan, ia mengintruksikan kepada tim kesehatan puskesmas setempat untuk mengecek kondisi kesehatan nenek Saedeh 76 tahun tersebut, Semoga nenek Saedeh di sepanjang umurnya di berikan kesehatan oleh Alloh SWT.” Ungkapnya
di ketahui bersama Sebelumnya Cak Jum Sahabat Rakyat sekaligus Ketua Aliansi Wartawan Sampang (AWAS) Setelah mendengar informasi dari temannya bahwa ada nenek hidup sebatang kara yang harus dibantu karena setiap harinya untuk makan menjual daun pisang kepasar, langsung turun menkroscek memastikan kondisi nenek Saedeh lansia asal Desa Gulbung.
Bahwa benar nenek Saedeh Lansia hidup Sebatangkara dan kondisi tempat tinggalnya di nilai kurang layak, untuk kebutuhan hidup sehari-hari nenek Saedeh ini menjual daun pisang dan mencari barang bekas (Rongsokan) serta mengharapkan uluran tangan dari tetangga, mirisnya lagi kehidupan tempat tinggalnya di nilai kurang layak seperti kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) hanya seadanya berdinding kain bekas sebagai dinding tanpa atap, sangat jauh dari kata layak dan layak untuk di bantu.” Pungkasnya Minggu 19 April 2026.
Penulis : Red-Tim
Editor : Admin LM
Sumber Berita: Liputan Madura








