Bitcoin Menguat ke $97.000, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (Jakarta) – Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan sempat menembus level $97.000 sebelum terkoreksi tipis ke level US$95.000–US$96.000 pada Kamis (15/1) setelah rilis data inflasi Amerika Serikat Desember 2025 yang cenderung sesuai dengan ekspektasi pasar.” Kamis 15 Januari 2026

Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), inflasi AS tercatat naik 0,3%

secara bulanan dan 2,7% secara tahunan, sementara inflasi inti (core inflation rate) tetap terkendali di level 0,2% m/m dan 2,6% y/y. Kenaikan inflasi tersebut terutama didorong oleh sektor perumahan (shelter) yang naik 0,4% m/m.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kondisi inflasi yang relatif stabil dan terkendali, bank sentral (The Federal Reserve) umumnya memiliki ruang untuk mempertahankan, atau dalam kondisi tertentu menurunkan, suku bunga guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menanggapi data tersebut, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai stabilnya inflasi

memberi ruang bagi pasar kripto untuk bergerak lebih leluasa setelah periode konsolidasi yang cukup panjang.

“Angka inflasi Desember 2025 masih sejalan dengan ekspektasi, sehingga pasar relatif lebih tenang. Dalam kondisi seperti ini, investor global biasanya mulai kembali melirik aset berisiko, termasuk kripto, karena ketidakpastian kebijakan moneter menurun dan likuiditas global berpotensi tetap terjaga. Untuk saat ini pelaku pasar akan fokus menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed sambil mencermati data ekonomi berikutnya,” ujar Antony.

Selain faktor makro, penguatan Bitcoin juga terjadi di tengah aksi pembelian oleh institusi besar. Strategy Inc. mengumumkan penambahan kepemilikan Bitcoin senilai lebih dari US$1 miliar di awal 2026, yang menjadi pembelian terbesarnya sejak pertengahan 2025. Langkah tersebut memperkuat posisinya sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar dan turut memberi dorongan sentimen pasar, meskipun permintaan ritel global masih cenderung terbatas.

Menurut Antony, konsistensi akumulasi oleh institusi besar memperkuat pandangan bahwa

Bitcoin semakin dipandang sebagai aset dengan fundamental yang kuat. “Institusi tidak masuk karena momentum sesaat. Akumulasi yang dilakukan secara berkelanjutan mencerminkan

keyakinan jangka panjang terhadap Bitcoin, terlepas dari volatilitas jangka pendek yang masih terjadi,” ujarnya.

Selain Bitcoin, sejumlah aset kripto utama lainnya juga mencatatkan penguatan dalam periode yang sama. Ethereum, Solana, dan beberapa altcoin besar bergerak lebih agresif, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko setelah tekanan makro mereda.

INDODAX turut mengimbau pelaku pasar untuk tetap mengedepankan manajemen risiko yang disiplin dan melakukan riset secara mandiri atau Do Your Own Research (DYOR), mengingat volatilitas masih menjadi karakter utama dalam pasar aset kripto.

Penulis : Red-Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INDODAX Cermati Tren Kripto dan Web3 Global di TOKEN2049 Singapore 2026
Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri
Catatan Rapat The Fed Soroti Inflasi AS, INDODAX Ajak Investor Cermati Dinamika Pasar Kripto
INDODAX dan Ayobantu Hadirkan Posko Darurat untuk Masyarakat di NTT
INDODAX Raih Trusted & Popular Brand 2026 Berkat Kepercayaan Konsumen Kripto Indonesia
INDODAX Soroti Penguatan Ekosistem Kripto Nasional di FEKDI x IFSE 2026
Bitcoin Tercatat Sentuh US$87.000, INDODAX Sebut Sentimen Pasar Kripto Kian Optimistis
The Fed Naikkan Suku Bunga, INDODAX Soroti Respons Bitcoin di Tengah Kebijakan Ketat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:09 WIB

INDODAX Cermati Tren Kripto dan Web3 Global di TOKEN2049 Singapore 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Catatan Rapat The Fed Soroti Inflasi AS, INDODAX Ajak Investor Cermati Dinamika Pasar Kripto

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:08 WIB

INDODAX dan Ayobantu Hadirkan Posko Darurat untuk Masyarakat di NTT

Selasa, 29 September 2026 - 13:45 WIB

INDODAX Raih Trusted & Popular Brand 2026 Berkat Kepercayaan Konsumen Kripto Indonesia

Berita Terbaru