Liputanmadura.com (SAMPANG) – Perbaikan secara mandiri jalan poros Kabupaten Sampang yang menghubungkan ruas jalan Tambelangan–Kotah, tepatnya di Desa Samaran, menuai kritik dari sejumlah kalangan.” Rabu 29 April 2026
Proyek yang seharusnya memperbaiki akses warga justru dinilai menimbulkan persoalan baru karena diduga dilakukan tanpa koordinasi yang memadai dengan instansi terkait.
Aktivis Gabungan Wartawan dan Aktivis Tambelangan (GAWAT) M. Tohir, menyoroti pentingnya koordinasi dalam setiap pembangunan jalan kabupaten.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, proyek tersebut semestinya melibatkan dinas teknis agar kualitas dan standar pengerjaan terjamin.
“Membangun jalan perlu adanya koordinasi dengan dinas terkait karena ini jalan kabupaten. Paling tidak teknis dan kualitasnya harus diperhatikan,” ujarnya.”senin(28/4)
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan yang dilakukan tanpa perencanaan matang berpotensi mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
Selain itu, penggunaan jalan untuk kegiatan di luar fungsi lalu lintas, termasuk perbaikan mandiri, seharusnya melalui izin resmi guna menjamin keselamatan dan kepentingan umum.
Kritik serupa disampaikan anggota GAWAT lainnya, Zainal. Ia menilai kondisi jalan yang dikerjakan justru memburuk.
“Bukannya bagus, jalan tersebut malah menjadi rusak karena perencanaannya kurang matang,” katanya.
Zainal mendesak pemerintah Desa, Kecamatan, hingga kabupaten untuk segera turun tangan menindaklanjuti persoalan tersebut.
Sejumlah pihak menilai, meskipun tujuan pembangunan adalah memperbaiki infrastruktur, pelaksanaan tanpa koordinasi dengan pihak berwenang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan serta ketertiban lalu lintas.
Selain itu, tindakan tersebut juga dapat memicu persoalan hukum dan sosial di tengah masyarakat.
Dalam konteks kewenangan, penyelenggaraan jalan kabupaten berada di bawah otoritas pemerintah daerah melalui instansi terkait.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Sampang. Siti Muatifah saat di konfirmasi tim GAWAT (Gabungan Aktivis dan Wartawan Tambelangan) melalui Chat WhatAap belum di jawab, Hingga berita ini tayang
Penulis : Moh. Tohir
Editor : Admin LM
Sumber Berita: Liputan Madura








