Jurnalis Senior, Wahyudi El Panggabean: Wartawan Jangan Mau Dihina, Gunakan Teknik Komunikasi Berkelas untuk Memukul Balik

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 02:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (PEKANBARU) – Jurnalis senior sekaligus Direktur Utama Lembaga Pendidikan Wartawan Pekanbaru Journalist Center (PJC), Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H., MT.BNSP., C.PCT, meminta para jurnalis Indonesia untuk mengubah paradigma dalam menghadapi intimidasi verbal.” Senin 31 Agustus 2026.

Penulis produktif buku-buku jurnalistik nasional ini mengimbau para insan pers untuk tidak bersikap cengeng atau sekadar memanfaatkan ruang redaksi untuk meratapi pelecehan profesi.

Hal tersebut disampaikan Wahyudi di hadapan sejumlah Pemimpin Redaksi Media Berita di kediamannya, Pekanbaru, pada Ahad (30/8) sore.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wahyudi menegaskan, menuliskan berita tentang penghinaan yang dialami wartawan justru berisiko menjadi bahan cemoohan publik jika tidak dibarengi dengan ketegasan taktis di lapangan.

“Jangan sedikit-sedikit melapor bahwa Anda dilecehkan, kemudian memberitakan pelecehan dan penghinaan itu pula di media sebagai bahan cemooh orang. Anda punya hak untuk membela diri dan menyerang balik dengan komunikasi yang cerdas tetapi mematikan,” ujar

Menurut Wahyudi, insiden arogansi narasumber—seperti kasus Politisi Benny K. Harman beberapa waktu lalu hingga perselisihan Hotman Paris Hutapea yang sempat melontarkan kalimat merendahkan “Lu punya otak enggak?” kepada jurnalis—seharusnya menjadi momentum emas.

Alih-alih terpancing emosi atau langsung mundur, jurnalis dituntut memiliki kesiapan mental dan ketajaman retorika verbal profesional untuk langsung membalikkan keadaan di lokasi kejadian (turning the tables).

Penulis buku “Strategi Wartawan Menembus Narasumber” dan “Untukmu yang Ingin Menjadi Wartawan Sukses” ini memberikan contoh konkret taktik komunikasi berkelas (witty comeback) untuk membungkam ucapan arogan semacam itu secara instan.

Ketika seorang tokoh bertanya, “Lu punya otak gak?”, wartawan tidak perlu membalas dengan makian. Cukup dijawab dengan tenang namun telak: “Loh, kalau Anda punya otak, jawab dong pertanyaan saya secara elegan!”

“Pembalikan logika ini dinilai jauh lebih mematikan karena langsung menelanjangi kepanikan narasumber di depan publik,” tegas Wahyudi.

Lebih lanjut, jurnalis senior yang telah menekuni profesi ini sejak tahun 1985 menjelaskan, narasumber yang mulai menyerang pribadi wartawan (Ad Hominem) sebenarnya merupakan indikasi bahwa mereka sedang terdesak dan kehabisan argumen substansial.

Wartawan profesional jelasnya, harus menyadari bahwa mereka dilindungi oleh undang-undang. Sehingga posisi tawar mereka dalam menguji akuntabilitas publik sangatlah tinggi.

“Menguasai teknik komunikasi tingkat tinggi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan senjata utama untuk menjaga marwah profesi jurnalisme,” tegas Wahyudi.

Mengakhiri pernyataannya, Wahyudi mengajak seluruh jurnalis dan pemimpin redaksi untuk memperkuat literasi komunikasi taktis dan psikologi massa di ruang redaksi.

Menghadapi narasumber berkarakter keras, katanya tidak bisa lagi dihadapi dengan mentalitas korban (victim mentality). Melainkan dengan kecerdasan intelektual yang mampu mendikte situasi.

Hanya dengan komunikasi yang berkelas, profesi wartawan akan dihormati secara terhormat. “Bukan ditakuti karena ancaman laporan semata,” katanya.

Penulis : Red-Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INDODAX dan Bank INA Berkolaborasi Perkuat Akses Finansial Digital melalui Kartu Co-Brand
Ancam Etika Jurnalistik, Wahyudi El Panggabean Minta Pemred Hindari Praktik Clickbait yang Merugikan Publik
Wahyudi El Panggabean : Investigasi Jurnalis, Butuh Kecerdasan & Kualitas Berfikir Wartawan  
Wahyudi El Panggabean Imbau Insan Pers Nasional Segera Adaptasi AI dan Perkuat Kompetensi
Wahyudi El Panggabean Appresiasi Journalist Capabality Building Tanoto Foundation
Dorong Ekosistem Kripto Yang Inklusif, INDODAX Resmikan Perluasan Kantor Baru di Bali
Polri Ungkap 330 Tersangka Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi dalam 13 Hari
Wahyudi El Panggabean Minta Pers Hormati Proses Pengadilan Kasus Dugaan Korupsi Gubernur Riau, Abdul Wahid
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 02:49 WIB

Jurnalis Senior, Wahyudi El Panggabean: Wartawan Jangan Mau Dihina, Gunakan Teknik Komunikasi Berkelas untuk Memukul Balik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:27 WIB

INDODAX dan Bank INA Berkolaborasi Perkuat Akses Finansial Digital melalui Kartu Co-Brand

Senin, 6 Juli 2026 - 03:09 WIB

Ancam Etika Jurnalistik, Wahyudi El Panggabean Minta Pemred Hindari Praktik Clickbait yang Merugikan Publik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 03:38 WIB

Wahyudi El Panggabean : Investigasi Jurnalis, Butuh Kecerdasan & Kualitas Berfikir Wartawan  

Kamis, 2 Juli 2026 - 01:46 WIB

Wahyudi El Panggabean Imbau Insan Pers Nasional Segera Adaptasi AI dan Perkuat Kompetensi

Berita Terbaru