Liputanmadura.com (Sampang) Jawa Timur – Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, melakukan kunjungan kerja strategis “Sapa Bansos” serahkan berbagai bantuan sosial serta tali asih kepada pilar-pilar kesejahteraan sosial di Kabupaten Sampang, di laksanakan di Pendopo Trunojoyo,” Selasa 3 Maret 2026
Implementasi bansos ini tidak hanya menyapa bansos kepada masyarakat, melainkan menjadi Amaliyah dibulan suci Ramadhan yang penuh berkah , seremonial ini digelar dihadapan ribuan penerima manfaat . Memon ini juga dinanti-nanti ditengah masyarakat luas mengiat harga bahan pangan yang kian masih meroket.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa program “Sapa Bansos” merupakan manifestasi nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang akan memberi dampak positif serta sebagai penggerak motor ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi warga sekaligus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pejuang kemanusiaan yang bertugas di garda terdepan pelayanan sosial.
” Apresiasi ini kami tujukan kepada para pendamping PKH, TKSK, TAGANA, serta relawan sosial lainnya. Mereka adalah pilar penting yang memastikan program pemerintah sampai ke tangan yang tepat,” ujar Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya
Kedatangan, Ibu Khofifah Indar Parawansa, disambut hangat oleh Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, dan Wakil Bupati H. Ahmad Mahfudz. Dalam penyambutan tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Sampang, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Sampang, Dinas Sosial Provinsi, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, serta pejabat lintas instansi dari lingkungan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten setempat.
Sementara itu, Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memberikan dukungan pembangunan dan jaminan sosial bagi masyarakat Sampang.
Bantuan yang disalurkan dalam kesempatan ini mencakup berbagai sektor krusial. Di antaranya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) Plus yang dialokasikan bagi 2.744 warga lanjut usia, serta Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) yang menyasar 178 penerima manfaat guna menunjang kemandirian mereka.
Tak hanya bantuan personal, sektor pendidikan dan infrastruktur desa juga mendapat kucuran dana segar. Tercatat sebanyak 101 siswa menerima bantuan Program KIP Jawara. untuk skala daerah, diserahkan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKK) senilai Rp100.000.000 dan Bantuan Keuangan Desa (BKD) dengan nilai fantastis mencapai Rp19.000.000.000.
Dengan jumlah total keseluruhan alokasi bantuan sosial, BoP/Taliasih, Pilar Sosial, dan Bantuan lainnya tahun 2026 Kabupaten Sampang, sebesar Rp 26.794.300.000,-
Bupati berharap seluruh alokasi dana dan bantuan barang tersebut dapat dikelola secara optimal. Ia menekankan pentingnya akurasi sasaran agar kelompok masyarakat paling rentan di Sampang dapat merasakan dampak langsung dari percepatan pembangunan yang sedang digalakkan.
” Semoga bantuan ini digunakan sebagaimana mestinya. Kehadiran negara melalui bantuan ini adalah upaya konkret kita untuk memastikan tidak ada satu pun warga Sampang yang tertinggal dalam proses pembangunan,” Tegasnya
Mengingat kegiatan ini berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, momentum ini menjadi simbol kuat sinergi antara Pemprov Jatim dan Pemkab Sampang.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan perlindungan sosial di Madura, khususnya Sampang, dapat meningkat secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.
Penulis : Red-Tim
Editor : Admin LM
Sumber Berita: Liputan Madura








