Data Inflasi AS Stabil di 2,4%, INDODAX: Pasar Kripto Cermati Arah Kebijakan The Fed

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmadura.com (Jakarta) – Inflasi Amerika Serikat tercatat stabil pada 2,4% secara tahunan (year-on-year) pada Februari 2026 berdasarkan data Consumer Price Index (CPI) yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Angka tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar dan menunjukkan tekanan harga yang relatif terkendali. Kondisi ini menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve serta sentimen di pasar aset berisiko, termasuk kripto.” Kamis 12 Maret 2026.

Menanggapi data tersebut, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, mengatakan bahwa kondisi ini juga menandakan bahwa pelaku pasar saat ini masih berada dalam fase menunggu kepastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat, khususnya langkah suku bunga Federal Reserve.

“Angka inflasi Februari 2026 yang berada di 2,4% sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga sentimen investor cenderung lebih stabil. Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar biasanya akan lebih fokus mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed karena kebijakan moneter masih menjadi faktor utama yang memengaruhi likuiditas dan pergerakan aset berisiko termasuk kripto. Untuk saat ini, pasar cenderung berada dalam fase menunggu sambil memperhatikan perkembangan data ekonomi berikutnya,” ujar Antony.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan laporan terbaru, inflasi bulanan Amerika Serikat pada Februari tercatat naik 0,3%, sedikit lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2% pada Januari. Sementara itu, inflasi inti (core CPI) yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi tercatat naik 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan, sesuai dengan proyeksi analis. Stabilnya angka inflasi ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga di ekonomi AS masih relatif terkendali, meskipun tetap berada di atas target inflasi 2% yang ditetapkan oleh Federal Reserve.

Ekspektasi kebijakan moneter tersebut juga tercermin dalam proyeksi pasar yang dihimpun melalui CME FedWatch Tool, yang menunjukkan peluang hampir 99% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret. Sementara itu, probabilitas pemotongan suku bunga sekitar 25 basis poin pada April diperkirakan masih relatif kecil, yakni sekitar 11%. Kondisi ini membuat pasar kripto cenderung bergerak lebih defensif sambil menunggu kepastian arah kebijakan moneter berikutnya.

Di pasar kripto, respons investor terhadap rilis data inflasi terlihat relatif terbatas. Setelah laporan dirilis, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$69.000 dengan pergerakan yang relatif moderat dalam 24 jam terakhir. Hal ini mencerminkan sikap pelaku pasar yang masih menunggu perkembangan data ekonomi berikutnya serta arah kebijakan moneter global.

Selain faktor inflasi, dinamika geopolitik dan harga energi juga menjadi perhatian investor. Dalam beberapa pekan terakhir, volatilitas harga minyak meningkat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pergerakan harga energi ini berpotensi mempengaruhi tekanan inflasi pada periode berikutnya, serta berdampak pada aktivitas ekonomi secara lebih luas. Oleh karena itu, investor cenderung mencermati berbagai indikator ekonomi sebelum mengambil keputusan investasi.

Sejalan dengan itu, INDODAX turut mengimbau para investor untuk tetap mengedepankan manajemen risiko yang disiplin dan melakukan riset secara mandiri (DYOR), serta mempertimbangkan strategi investasi bertahap seperti Dollar Cost Averaging (DCA) untuk menghadapi volatilitas pasar kripto. Melalui berbagai inisiatif edukasi, INDODAX terus mendorong peningkatan literasi aset kripto di Indonesia sekaligus menyediakan platform perdagangan yang aman dan transparan bagi seluruh pengguna.

Penulis : Tim

Editor : Admin LM

Sumber Berita: Liputan Madura

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel liputanmadura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentingnya Penegakan Hukum Pidana dari Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswa UI
INDODAX Hadirkan Tokenized Stocks, Perluas Akses Investor ke Aset Global Berbasis Blockchain
Rally Kripto Dipicu Tol Bitcoin, INDODAX Soroti Dampaknya pada Ekonomi Global
Bulan Literasi Kripto 2026 Resmi Digelar, CEO INDODAX Soroti Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital
Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, INDODAX Soroti Peran Strategis Industri terhadap Negara
Polri Ungkap Kerugian Rp1,26 Triliun dari Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi
Kecelakaan Lalu Lintas Menurun Pelayanan Mudik Lebaran 2026 Berjalan Lancar
INDODAX Tegaskan Posisi sebagai Platform Kripto Terpercaya Lewat Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 12:06 WIB

Pentingnya Penegakan Hukum Pidana dari Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswa UI

Rabu, 15 April 2026 - 08:48 WIB

INDODAX Hadirkan Tokenized Stocks, Perluas Akses Investor ke Aset Global Berbasis Blockchain

Rabu, 15 April 2026 - 05:52 WIB

Rally Kripto Dipicu Tol Bitcoin, INDODAX Soroti Dampaknya pada Ekonomi Global

Jumat, 10 April 2026 - 07:03 WIB

Bulan Literasi Kripto 2026 Resmi Digelar, CEO INDODAX Soroti Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital

Kamis, 9 April 2026 - 07:06 WIB

Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, INDODAX Soroti Peran Strategis Industri terhadap Negara

Berita Terbaru