Liputanmadura.com (Sampang) Jawa Timur – H. Slamet Junaidi Bupati Sampang menghadiri peringatan Hari Kusta Sedunia yang di gelar oleh Kementerian Kesehatan (RI) Republik Indonesia di Jakarta selatan.” Rabu 11Maret 2026
Kehadiran Bupati Sampang menyampaikan komitmen daerah dalam percepatan eliminasi kusta di Kabupaten Sampang.
Bupati yang akrab disapa Aba Idi menceritakan kisah menyentuh tentang seorang penderita kusta di Kabupaten Sampang yang sempat hidup sebatang kara di tengah ladang milik warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengungkapkan bahwa tim kesehatan Kabupaten Sampang pernah menemukan seorang pria yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan. Pria tersebut tinggal sendirian di tengah ladang tanpa rumah dan tanpa tempat tinggal yang layak.
Ketika pertama kali ditemukan, pria itu hanya beralaskan selembar tikar dengan terpal sebagai penutup sederhana. Kondisi kesehatannya juga sangat memprihatinkan, dengan luka parah di bagian kaki yang menimbulkan bau menyengat. Ia bertahan hidup dari belas kasihan warga sekitar.
“Beliau bukan gelandangan. Beliau adalah seorang penderita kusta yang akhirnya harus hidup sendiri karena ditinggalkan oleh keluarganya. Setelah kami telusuri, beliau pernah merantau ke Kalimantan, menikah, dan memiliki anak. Namun ketika menderita kusta dengan kondisi luka yang cukup berat, beliau dipulangkan kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Sampang. Yang menyedihkan, keluarga di kampung halaman tidak bersedia menerimanya kembali,” ungkap Aba Idi.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sampang bersama masyarakat sekitar bergerak cepat. Secara gotong royong, warga dan pemerintah membangunkan sebuah rumah panggung sederhana di tengah ladang agar pria tersebut memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
setelah mendapatkan pengobatan dan pendampingan intensif dari tenaga kesehatan, kondisi pria tersebut kini berangsur membaik.” Ujarnya
“Alhamdulillah, setelah mendapatkan pengobatan dan pendampingan dari tenaga kesehatan, kondisi kesehatan beliau berangsur pulih. Cerita ini mengingatkan kita semua bahwa kusta bukan hanya persoalan penyakit, tetapi juga persoalan stigma, kemanusiaan, dan martabat hidup seseorang,” terangnya.
Pada kegiatan tersebut, Aba Idi juga menyampaikan laporan mewakili lima kabupaten/kota yang menjadi prioritas percepatan eliminasi kusta di Indonesia, yakni Kabupaten Sampang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Brebes, dan Kota Jayapura.
Sebagai tindak lanjut dari High Level Meeting Eliminasi Kusta yang digelar di Bali pada tahun 2025, pemerintah daerah di lima wilayah prioritas tersebut telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mempercepat upaya penghapusan penyakit kusta.
“Yakni memperkuat komitmen kepala daerah dengan memasukkan program eliminasi kusta dalam kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah. Selain itu, memperkuat deteksi dini kasus melalui Active Case Finding di desa prioritas, melakukan pemeriksaan kontak serumah dan kontak erat pasien dengan melibatkan kader kusta dan kader kesehatan,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Sampang juga melakukan skrining kusta melalui berbagai kegiatan pelayanan kesehatan seperti program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Posyandu, kunjungan rumah, kegiatan di sekolah, serta layanan kesehatan lainnya.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga mengintensifkan skrining mandiri keluarga di desa prioritas serta memastikan seluruh pasien mendapatkan pengobatan hingga sembuh.
“Sejak itu pula, Pemkab Sampang melakukan kegiatan skrining mandiri keluarga di desa prioritas, menjamin pengobatan sampai sembuh, dan memastikan setiap pasien mendapatkan terapi MDT secara gratis yang disertai pendampingan hingga pengobatan tuntas. Pemberian Single Dose Rifampicin (SDR) juga diberikan kepada kontak erat untuk memutus rantai penularan,” pungkasnya.
Penulis : Red-Tim
Editor : Admin LM
Sumber Berita: Liputan Madura








