Liputanmadura.com (SAMPANG) Jawa Timur – Mochamad Iqbal, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Sampang, melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempal, Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura.” Selasa 12 Mei 2026.
Dalam rangka kunjungan silaturahmi tersebut, Mochamad Iqbal, Kajari Sampang bertemu langsung dengan KH. Syafiuddin Abdul Wahid. pengasuh ponpes Darul Ulum Gersempal, sekaligus tokoh ulama Kabupaten Sampang.
Mochamad Iqbal, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) membangun komunikasi dan kolaborasi demi menciptakan suasana masyarakat yang harmonis, aman dan kondusif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dengan para alim ulama di Kabupaten Sampang, serta rasa cinta kepada para ulama.
“Alhamdulillah, kami diterima dengan baik dan banyak ilmu yang didapat dengan wajengan nya,” Ucapnya M. Iqbal, Salasa (12/05/)
kegiatan tersebut juga menjadi momentum membangun komunikasi dan kolaborasi demi menciptakan suasana masyarakat yang harmonis, aman, dan menjunjung nilai-nilai keadilan.
Terus terang kami sangat bangga terhadap Kabupaten Sampang yang dikenal memiliki banyak alim ulama berpengaruh dan dihormati masyarakat dan menjadi panutan masyarakat. Dan keberadaan ulama memiliki peran penting dalam menjaga moral, persatuan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat,”ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa membangun kolaborasi dengan para tokoh agama dan turun langsung ke lapangan merupakan salah satu langkah konkret yang dilakukan Kejaksaan Negeri Sampang dalam mendekatkan diri kepada masyarakat.
Selain itu penegakan hukum tidak hanya berbicara soal aturan dan proses hukum semata, namun juga membutuhkan pendekatan sosial, moral, dan budaya yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk para ulama.
“Sinergi antara aparat penegak hukum dan alim ulama sangat penting. Kami ingin terus membangun komunikasi yang baik demi terciptanya penegakan hukum yang humanis, berintegritas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,”ucapnya.
Kajari Sampang juga meminta doa dan dukungan dari para ulama agar seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Sampang dapat menjalankan tugas dengan amanah dan menjunjung tinggi integritas.
Ia berharap institusi kejaksaan mampu terus hadir sebagai lembaga yang memberikan rasa keadilan serta menjadi pelayan masyarakat dalam bidang hukum.
“Kami memohon doa agar selalu diberikan kekuatan dan keistiqamahan dalam menjalankan tugas, khususnya dalam penegakan hukum yang menjunjung tinggi integritas serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sampang,” Jelasnya
Di tempat yang sama KH. Syafiuddin Abdul Wahid, pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempal, menyambut baik kunjungan Kajari Sampang bersama jajaran. Menurutnya, hubungan baik antara ulama dan aparat penegak hukum perlu terus dijaga demi menciptakan suasana daerah yang kondusif dan penuh kebersamaan.
Pihaknya juga mengapresiasi langkah Kejaksaan Negeri Sampang yang aktif turun langsung ke tengah masyarakat dan menjalin komunikasi dengan para tokoh agama.
“Kami menyambut baik silaturahmi ini. Semoga hubungan baik antara ulama dan aparat penegak hukum terus terjalin sehingga bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar KH. Syafiuddin Abdul Wahid.
Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Selain berdiskusi mengenai pentingnya menjaga persatuan dan penegakan hukum yang berkeadilan, pertemuan itu juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara pemerintah, aparat hukum, dan tokoh agama.
Langkah Kajari Sampang yang aktif membangun komunikasi dengan para ulama dinilai sebagai bentuk pendekatan humanis dalam menciptakan stabilitas sosial di tengah masyarakat. Kolaborasi antara aparat penegak hukum dan tokoh agama diharapkan mampu memperkuat kesadaran hukum masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan dan moralitas sosial.
Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis antara Kejaksaan Negeri Sampang dan para alim ulama, diharapkan Kabupaten Sampang dapat terus menjadi daerah yang aman, religius, serta menjunjung tinggi nilai keadilan dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat.” Pungkasnya
Penulis : Red-Tim
Editor : Admin LM
Sumber Berita: Liputan Madura








